LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan hari ini dengan kenaikan lebih dari 21 persen. Berdasarkan data perdagangan, saham BNBR diperdagangkan di level Rp196 per saham, melonjak Rp35 atau 21,60 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp161 per saham.
Pada pembukaan perdagangan, saham emiten kelompok Bakrie tersebut dibuka di level Rp173 dan sempat menyentuh harga tertinggi harian di Rp216. Sementara itu, harga terendah yang tercatat sepanjang sesi perdagangan berada di Rp173 per saham. Pergerakan saham yang cenderung menguat sejak awal sesi menunjukkan minat beli yang tinggi dari investor, tercermin dari tren grafik yang terus bergerak naik hingga menjelang siang hari.
Kenaikan tajam ini juga mendorong kapitalisasi pasar PT Bakrie & Brothers Tbk mencapai sekitar Rp33,99 triliun. Meski demikian, rasio price to earnings (P/E) trailing twelve months (TTM) masih tercatat belum tersedia, demikian pula informasi dividen dan imbal hasil dividen yang belum diumumkan dalam data perdagangan terbaru.
Secara historis, saham BNBR masih bergerak di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang berada di posisi Rp264 per saham. Namun, posisi saat ini sudah jauh menguat dibandingkan level terendah 52 minggu di Rp25 per saham, mencerminkan pemulihan signifikan dalam setahun terakhir.
Lonjakan harga saham BNBR hari ini menempatkannya sebagai salah satu saham dengan penguatan mencolok di Bursa Efek Indonesia. Aktivitas perdagangan yang meningkat serta pergerakan harga yang agresif menunjukkan adanya sentimen positif dari pasar terhadap emiten ini, baik yang dipicu faktor internal perusahaan maupun sentimen eksternal di sektor terkait. Investor kini mencermati keberlanjutan tren penguatan tersebut, terutama apakah saham BNBR mampu mempertahankan momentum dan kembali mendekati level tertinggi tahunannya.

