LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Rumata’ Artspace menutup program magang profesional tahun 2025 dengan menggelar sesi refleksi bersama para pemagang pada awal 2026. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus pembelajaran untuk meningkatkan kualitas program yang pertama kali diadakan oleh ruang seni dan literasi berbasis di Makassar tersebut.
Sesi refleksi dipimpin oleh Manajer Program dan Kerja Sama Rumata’ Artspace, Rachmat Hidayat Mustamin, yang menekankan pentingnya manfaat program bagi para pemagang. Ia menyampaikan bahwa Rumata’ ingin memastikan program magang benar-benar memberikan nilai bagi semua pihak serta mengevaluasi kemungkinan keberlanjutan program pada tahun 2026.
“Kami ingin program magang berguna bagi semua orang dan berefleksi apakah program magang profesional masih akan dibuka di 2026, mengingat di awal tahun kita akan sibuk dengan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026, sehingga jika ada program magang profesional baru lagi, waktu yang ditentukan harus strategis,” ujar Rachmat.
Turut hadir dalam sesi tersebut Aqram Syauqi Larigau dari Tim Program Rumata’ yang membimbing para peserta magang dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan program. Ia menilai sesi refleksi penting sebagai upaya perbaikan ke depan. “Kami sadar tentunya program magang masih banyak kekurangan, karena itu sesi refleksi kita adakan demi perbaikan program magang kedepannya,” kata Aqram.
Sementara itu, Erika Rachma Aprilia dari Tim Program Rumata’ yang membimbing tim newsletter menyoroti pentingnya penguatan komunikasi di antara para pemagang agar program berjalan lebih efektif. “Kita harus menguatkan dan memperbaiki komunikasi di antara pemagang agar program berjalan lebih baik,” ujarnya.
Salah satu pemagang dari divisi newsletter, Dian Aditya Ning Lestari, menilai pengalaman mengikuti program magang di Rumata’ sebagai kesempatan penting bagi berbagai kelompok yang selama ini kerap terpinggirkan. Ia menekankan bahwa ruang seni harus menjadi tempat inklusif bagi semua.
“Pengalaman ini wajib ada bagi orang lain, karena ini adalah kesempatan bagi orang-orang yang terpinggirkan untuk dapat berkarya di Rumata’, baik itu difabel, perempuan korban kekerasan, maupun minoritas gender untuk berkarya di Rumata’, sehingga dunia seni dan literasi makin inklusif bagi semua orang,” ujar Dian.
Program magang profesional ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh Rumata’ Artspace. Keputusan mengenai penyelenggaraan kembali program serupa pada tahun 2026 akan menjadi bagian dari evaluasi tim program, dengan mempertimbangkan agenda besar seperti Makassar International Writers Festival serta kebutuhan pengembangan program ke depan.

