Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Masyarakat Diajak Mulai Pilah Sampah dari Rumah, Solusi Hadapi Triple Planetary Crisis

Sabtu, 6 Juni 2026 15:26
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak masyarakat menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak masyarakat menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum untuk beralih dari kesadaran menuju aksi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Jumhur pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dihadiri sekitar 10.000 peserta di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Jumhur, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis lingkungan global yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam," kata Jumhur.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui komitmen dan kepedulian, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yakni "Saatnya Bekerja untuk Iklim", diharapkan menjadi seruan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam aksi iklim, mulai dari lingkungan terdekat hingga tingkat yang lebih luas.

Salah satu langkah sederhana yang dinilai memiliki dampak besar adalah memilah sampah dari sumber. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Indonesia diketahui menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian besar masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dalam kondisi tercampur. Sampah organik yang menumpuk di TPA menghasilkan gas metana yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida.

KLH/BPLH menilai semakin banyak sampah yang dipilah, dikurangi, digunakan kembali, didaur ulang, maupun diolah dari sumbernya, maka semakin kecil emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.

Melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), pemerintah mendorong masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari aksi iklim.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa isu lingkungan hidup merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.

"Urusan lingkungan hidup adalah urusan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Presiden memiliki program yang sangat konkret terkait swasembada pangan, swasembada air, dan swasembada energi. Semua itu tidak akan dapat dicapai apabila lingkungan hidup tidak terjaga dengan baik," ujar Rachmat.

Pemerintah juga mengusung semangat "No Generation Left Behind" dalam upaya menghadapi krisis lingkungan. Melalui semangat tersebut, setiap generasi didorong untuk berperan aktif menjaga lingkungan agar generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap sumber daya alam yang lestari dan kualitas hidup yang lebih baik.

KLH/BPLH menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian perubahan iklim dan perlindungan lingkungan hidup tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pun menjadi pengingat bahwa masa depan lingkungan ditentukan oleh tindakan nyata yang dilakukan hari ini, termasuk dari langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah.

Tags: Hari Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Kota Bebas Sampah 2029

Baca Juga

TPA Tamangapa Makassar Berubah Total, Bau Sampah Berkurang dan Siap Tinggalkan Open Dumping
TPA Tamangapa Makassar Berubah Total, Bau Sampah Berkurang dan Siap Tinggalkan Open Dumping
Aliyah Mustika Ilham Pelajari Teknologi Pengolah Sampah Super Cepat, Dorong Makassar Jadi Kota Bersih
Aliyah Mustika Ilham Pelajari Teknologi Pengolah Sampah Super Cepat, Dorong Makassar Jadi Kota Bersih
Jamaluddin, Perintis Lingkungan Asal Gowa Raih Kalpataru 2026
Jamaluddin, Perintis Lingkungan Asal Gowa Raih Kalpataru 2026
Telkomsel Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan Lewat Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi
Telkomsel Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan Lewat Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kecamatan Wajo Jadi Pusat Gerakan Pilah Sampah dari Sumber di Makassar
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kecamatan Wajo Jadi Pusat Gerakan Pilah Sampah dari Sumber di Makassar
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unismuh Makassar Perkuat Kampus Hijau melalui SWSC dan Prodi Kehutanan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unismuh Makassar Perkuat Kampus Hijau melalui SWSC dan Prodi Kehutanan

Populer

  • 1
    DPP ICATT Bersama 10 Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Publik Anti-IRET, Teguhkan Harmoni dan Perkuat Ketahanan Nasional
  • 2
    Pencinta Bollywood di Makassar Gelar Event Akbar Semarak Bollywood, Jadi Ruang Ekspresi Seni dan Budaya
  • 3
    Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 20 Juli 2026
  • 4
    Link Nonton Online Terikat Janji Full Episode, Dibintangi Arya Saloka Tayang di YouTube hingga Netflix
  • 5
    Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026

Ekonomi

  • Telkomsel Kantongi Spektrum 100 MHz, Perkuat Jaringan 5G dan Pengalaman Digital Masyarakat Indonesia
    Telkomsel Kantongi Spektrum 100 MHz, Perkuat Jaringan 5G dan Pengalaman Digital Masyarakat Indonesia
  • Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
    Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
  • Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026
    Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026

Peristiwa

  • Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
    Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
  • Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
    Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
  • Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
    Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID