Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global

Senin, 10 Agustus 2026 21:11
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kuliah Tamu Internasional bertema Transformasi Pendidikan Tinggi dan Perubahan Sosial: Dari Kompetisi Menuju Koopetisi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin, 10 Agustus 2026, di Aula Teater I-GIFt, Kampus Unismuh Makassar.


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Di tengah persaingan global yang semakin ketat, perguruan tinggi tidak lagi cukup mengandalkan kompetisi semata untuk meningkatkan reputasi dan kualitas.

Kemampuan membangun kolaborasi lintas institusi justru menjadi strategi baru agar kampus tetap kompetitif, adaptif terhadap perubahan, sekaligus mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Tamu Internasional bertajuk Transformasi Pendidikan Tinggi dan Perubahan Sosial: Dari Kompetisi Menuju Koopetisi yang digelar Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bersama Program Studi S2 Pendidikan Sosiologi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Aula Teater I-GIFt Kampus Unismuh Makassar, Senin, 10 Agustus 2026.

Kuliah tamu menghadirkan akademisi Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Prof Madya Dr Haji Zainudin bin Haji Hassan, dengan moderator Dr Hadisaputra. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri yang menegaskan pentingnya memperluas jejaring internasional hingga menghasilkan kolaborasi nyata di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof Andis, sapaan akrab Prof Andi Sukri Syamsuri, berharap hubungan akademik antara Unismuh Makassar dan UTM tidak berhenti pada forum ilmiah semata.

Menurutnya, kerja sama tersebut perlu berkembang menjadi pembelajaran lintas perguruan tinggi, pertukaran mahasiswa dan dosen, penguatan riset bersama, hingga pembentukan jejaring akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Kampus Harus Adaptif terhadap Perubahan Sosial

Dalam pemaparannya, Prof Zainudin menjelaskan bahwa pendidikan tinggi sedang menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat akibat globalisasi, digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan kebutuhan pasar kerja, mobilitas sosial, hingga karakter generasi baru.

Perubahan tersebut, menurutnya, membuat perguruan tinggi harus terus melakukan transformasi agar tetap relevan.

Ia menilai kompetisi tetap dibutuhkan sebagai pendorong peningkatan mutu akademik.

Namun, model persaingan yang membuat setiap institusi berjalan sendiri-sendiri tidak lagi cukup menghadapi tantangan global.

Karena itu, ia memperkenalkan konsep koopetisi, yaitu perpaduan antara cooperation (kolaborasi) dan competition (kompetisi).

Dalam konsep tersebut, perguruan tinggi tetap bersaing dalam mutu akademik, penelitian, inovasi, dan reputasi internasional, tetapi pada saat yang sama membangun kolaborasi pada bidang-bidang strategis yang memberikan keuntungan bagi semua pihak.

Dalam materi presentasinya, ia menggambarkan kompetisi sebagai pendekatan zero-sum game, sedangkan koopetisi diarahkan pada terciptanya sinergi dan win-win solution.

"Kita perlu ada win-win solution. Saya datang ke Unismuh, saya juga memberi keuntungan kepada Unismuh, dan Unismuh juga memberi keuntungan kepada kami, UTM," ujar Prof Zainudin.

Reputasi Kampus Dibangun Melalui Jejaring

Prof Zainudin menjelaskan bahwa pengalaman UTM menunjukkan reputasi perguruan tinggi tidak dibangun hanya melalui kekuatan internal.

Jejaring dengan berbagai universitas, termasuk institusi yang memiliki reputasi akademik lebih tinggi, justru membuka akses terhadap pengetahuan baru, riset bersama, publikasi internasional, dan jaringan akademik global.

Menurutnya, menjalin kerja sama dengan kampus yang lebih maju bukan berarti kehilangan identitas.

Sebaliknya, kolaborasi menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus memperkenalkan kapasitas institusi kepada komunitas akademik internasional.

Karena itu, koopetisi bukan berarti menghentikan kompetisi.

Justru kemampuan berkolaborasi menjadi salah satu faktor yang membuat sebuah perguruan tinggi semakin kompetitif.

Dalam konteks hubungan antara UTM dan Unismuh Makassar, Prof Zainudin menawarkan berbagai bentuk kolaborasi yang dapat segera diwujudkan.

Mulai dari penelitian bersama, supervisi bersama mahasiswa, berbagi laboratorium dan fasilitas akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, pelatihan peneliti, hingga publikasi ilmiah bersama.

Ia mengingatkan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada kunjungan seremonial.

"Pertukaran mahasiswa dan dosen ini biasa, tetapi mesti yang impact. Jangan datang satu jam, foto-foto, hilang," katanya.

Menurutnya, keberhasilan kolaborasi harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan kedua institusi melalui peningkatan kapasitas, transfer pengetahuan, penelitian, inovasi, dan kontribusi terhadap masyarakat.

"Kolaborasi bukan sekadar pilihan, tapi keharusan bagi institusi pendidikan yang ingin bertahan dan berkembang," tegasnya.

Ia menambahkan, ukuran keberhasilan sebuah universitas pada akhirnya bukan hanya posisi dalam pemeringkatan dunia ataupun jumlah publikasi ilmiah.

Yang lebih penting adalah sejauh mana ilmu pengetahuan, penelitian, kepakaran, dan inovasi yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, industri, negara, hingga komunitas global.

Kurikulum Harus Terus Dievaluasi

Selain membahas pentingnya kolaborasi, Prof Zainudin menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi juga harus terjadi di ruang kelas.

Perguruan tinggi, menurutnya, perlu secara berkala mengevaluasi kurikulum agar tetap sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Mata kuliah yang tidak lagi relevan perlu diperbarui, sementara perkembangan baru seperti kecerdasan buatan dan teknologi digital harus mulai terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir manusia.

"AI sepatutnya membantu, bukan dia mengawal kamu," ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan demografi, urbanisasi, mobilitas sosial, tuntutan dunia kerja, serta kebutuhan generasi baru sebagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi.

Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga membentuk individu yang mampu menjadi agen perubahan sosial.

Karena itu, dosen tidak cukup hanya mengajar.

Penelitian dan publikasi ilmiah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab akademik.

Dari Kerja Sama Menuju Dampak Nyata

Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Andis mendorong agar kolaborasi dengan UTM segera diwujudkan dalam program-program yang konkret.

Ia mengusulkan agar Prof Zainudin dapat terlibat lebih jauh dalam kegiatan akademik Pendidikan Sosiologi Unismuh, termasuk kemungkinan menjadi profesor adjung dan mengajar melalui sistem pembelajaran daring.

Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan dosen luar negeri berkontribusi secara aktif tanpa harus selalu hadir secara fisik di kampus.

Prof Andis juga mengajak pengelola program studi menyusun model mobilitas mahasiswa yang lebih fleksibel.

Salah satunya melalui kombinasi kunjungan akademik jangka pendek dengan pembelajaran daring yang terstruktur.

"Bisa melakukan kuliah dengan perguruan tinggi lain. Kan bisa diformat. Mungkin datang ke sana kuliah satu minggu atau bagaimana, lalu pulangnya di sini saja online," ujarnya.

Ia bahkan membuka peluang pengembangan program double degree serta keterlibatan dosen internasional dalam proses pembelajaran mahasiswa Unismuh.

Menurutnya, Malaysia merupakan mitra strategis karena memiliki kedekatan geografis sekaligus hubungan akademik yang sudah terbangun.

"Apakah bisa dipikirkan double degree?" katanya.

Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof Erwin Akib menilai pengalaman UTM dapat menjadi inspirasi bagi Unismuh dalam memperkuat budaya riset dan budaya mutu.

Menurutnya, kolaborasi melalui penelitian dan publikasi bersama dapat mempercepat peningkatan kualitas institusi, meski implementasinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing perguruan tinggi.

Sementara itu, Dekan FKIP Unismuh Makassar Dr Baharullah menegaskan bahwa globalisasi tidak seharusnya dipandang semata sebagai arena persaingan.

Kompetisi memang penting untuk mendorong peningkatan kualitas.

Namun, kompetisi akan menghasilkan manfaat yang lebih besar ketika berjalan berdampingan dengan kolaborasi.

Baginya, arah pengembangan perguruan tinggi saat ini bukan lagi sekadar dari kompetisi menuju kerja sama, melainkan dari kerja sama menuju dampak nyata bagi pendidikan dan masyarakat.

Melalui kuliah tamu internasional ini, Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar tidak hanya memperkuat jejaring akademik dengan UTM, tetapi juga menegaskan komitmennya membangun pendidikan tinggi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.

Pesan yang mengemuka sepanjang forum tersebut pun menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan tinggi saat ini: di era persaingan yang semakin terbuka, kampus yang mampu bekerja sama justru akan menjadi kampus yang paling siap untuk bersaing.

Tags: Unismuh Makassar universitas muhammadyah

Baca Juga

Belajar dari Korea, Unismuh Makassar Perkuat Strategi Menuju Universitas Bereputasi Global
Belajar dari Korea, Unismuh Makassar Perkuat Strategi Menuju Universitas Bereputasi Global
Unismuh dan Bapas Makassar Jalin Kerja Sama Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial
Unismuh dan Bapas Makassar Jalin Kerja Sama Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial
Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026
Dari S-1 hingga S-3 Selalu Bersama, Pasangan Suami Istri Dosen PGSD Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor di Hari yang Sama
Dari S-1 hingga S-3 Selalu Bersama, Pasangan Suami Istri Dosen PGSD Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor di Hari yang Sama

Populer

  • 1
    Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
  • 2
    Lepas 92 Peserta Jamnas XII, Bupati Gowa Minta Jaga Nama Baik Daerah di Tingkat Nasional
  • 3
    Cegah Kerugian Daerah, Wakil Bupati Gowa Ingatkan Pimpinan OPD dan ASN Mengenai Pentingnya Fungsi Pengawasan
  • 4
    Ini Juara Kompetisi Safety Riding Nasional AHM, Asmo Sulsel Dapat 1 Juara
  • 5
    Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda

Ekonomi

  • OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
    OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
  • Astra Motor Sulsel Tawarkan Motor Sport, Harga Mulai Rp20 Jutaan DP Rp2 jutaan
    Astra Motor Sulsel Tawarkan Motor Sport, Harga Mulai Rp20 Jutaan DP Rp2 jutaan
  • Resmi Diumumkan! Segini Tarif Listrik PLN, Berlaku hingga September 2026 di Seluruh Indonesia
    Resmi Diumumkan! Segini Tarif Listrik PLN, Berlaku hingga September 2026 di Seluruh Indonesia

Peristiwa

  • Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Perempuan, Diduga Terkait Perilaku Tak Pantas
    Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Perempuan, Diduga Terkait Perilaku Tak Pantas
  • Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Bahas Apa?
    Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Bahas Apa?
  • Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
    Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID