LUMINASIA.ID, HEALTH - Kanker ginjal kembali menjadi perhatian publik setelah penyanyi Vidi Aldiano diketahui meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit tersebut selama lebih dari enam tahun. Penyakit ini termasuk salah satu jenis kanker yang berkembang di jaringan ginjal dan sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut.
Dilansir Detik, secara medis, kanker ginjal terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel ginjal. Perubahan ini membuat sel kehilangan kemampuan untuk mengatur pertumbuhan dan pembelahannya secara normal, sehingga sel-sel abnormal berkembang menjadi tumor.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi, dr. Andhika Rachman SpPD-KHOM, menjelaskan bahwa pada jenis kanker ginjal yang paling umum, yaitu clear cell Renal Cell Carcinoma (RCC), sering ditemukan perubahan pada gen VHL atau Von Hippel-Lindau. Perubahan gen ini dapat memicu aktivasi jalur hipoksia serta pembentukan pembuluh darah baru yang mendukung pertumbuhan tumor.
Selain faktor genetik, sejumlah kondisi dan kebiasaan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ginjal. Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko utama karena zat kimia dalam rokok dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk pada organ ginjal.
Obesitas juga disebut berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ginjal. Kondisi berat badan berlebih dapat memicu perubahan hormon dan metabolisme tubuh yang berpotensi mempercepat pertumbuhan sel abnormal.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga menjadi faktor yang berpengaruh. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker pada organ tersebut.
Faktor lain yang turut berperan adalah riwayat keluarga dengan penyakit kanker ginjal. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut diketahui memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Selain itu, penderita penyakit ginjal kronis serta pasien yang menjalani dialisis dalam jangka panjang juga memiliki risiko lebih besar mengalami kanker ginjal. Kondisi ini berkaitan dengan kerusakan jaringan ginjal yang berlangsung lama.
Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja atau tempat tinggal juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Beberapa zat kimia industri diketahui dapat memicu kerusakan sel yang pada akhirnya berkembang menjadi kanker.
Memahami berbagai faktor risiko tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan. Dengan menghindari kebiasaan berisiko dan menjaga kesehatan ginjal, peluang untuk menekan risiko kanker ginjal dapat ditingkatkan sejak dini.

