LUMINASIA.ID - Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Pada periode ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah karena terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar.
Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut diyakini memiliki nilai pahala yang lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan.
Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan
Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–3:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.
Lailatul-qadri khairun min alfi syahr.
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan ibadah yang luar biasa besar. Jika dikonversikan, pahala ibadah pada malam tersebut setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Turunnya Malaikat pada Malam Lailatul Qadar
Selain memiliki pahala yang besar, malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam turunnya para malaikat yang membawa rahmat dan keberkahan.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Tanazzalul-malāikatu war-rūḥu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr.
Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.
Artinya:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4–5)
Ayat tersebut menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar dipenuhi dengan kedamaian serta keberkahan hingga waktu fajar tiba.
Hadis tentang Keutamaan Lailatul Qadar
Anjuran untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qāma lailatal-qadri īmānan waḥtisāban
ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.
Artinya:
“Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga diketahui meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Kāna rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam idzā dakhala al-‘asyrul-awākhir
aḥyā al-lail wa aiqazha ahlahu.
Artinya:
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan
Untuk meraih keutamaan malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah. Berikut beberapa amalan malam Lailatul Qadar yang sering dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
1. Shalat malam (Qiyamul Lail)
Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan melaksanakan shalat tarawih, tahajud, dan witir.
2. Membaca Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan.
3. Memperbanyak doa
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
4. I’tikaf di masjid
I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta memperbanyak istighfar.
6. Bersedekah
Rasulullah dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama ketika bulan Ramadan.
Mencari Malam Lailatul Qadar
Waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun hadis. Namun Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, umat Islam diharapkan dapat meraih pahala yang besar, ampunan dosa, serta keberkahan hidup.
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan malam Lailatul Qadar. Momen ini juga menjadi waktu terbaik untuk memohon ampunan serta meraih kemuliaan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

