Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Aksi Penuangan 150 Liter Eco Enzyme di Makassar

Senin, 9 Maret 2026 17:56
Editor: diku
  • Bagikan
Aktivitas penuangan eco enzyme

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Peringatan Hari Lahir ke-40 Gerakan Mahasiswa Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) dirangkaikan dengan satu tahun kepengurusan organisasi tersebut di Sulawesi Selatan melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan penuangan 150 liter eco enzyme. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Kota Makassar, (08/03/2026).‎

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Persampahan dan Kebersihan Kota Makassar Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M., Lurah Maccini Sombala Fuad Raking Bajing, S.IP., Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag., M.M., Ketua INLA Sulawesi Selatan sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup Tjing Ming Nelly, S.E., M.M., serta Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan Enrique Justine Sun, S.Kom.‎

‎Dalam sambutannya, Kepala Dinas Persampahan dan Kebersihan Kota Makassar Helmy Budiman mengapresiasi inisiatif GEMABUDHI Sulawesi Selatan yang terlibat langsung dalam upaya menjaga lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme. Menurutnya, persoalan sampah di Makassar saat ini telah menjadi perhatian serius.‎

‎Ia menyebutkan, produksi sampah di Makassar pada tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 1.400 ton per hari. Kondisi tersebut membuat pemerintah kota terus mendorong berbagai inovasi dan teknologi pengolahan sampah agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang.

‎Helmy berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan terus berlanjut dengan berbagai inovasi lain di bidang pengelolaan sampah. Selain membantu lingkungan, pengolahan sampah juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.

‎Sementara itu, Ketua INLA Sulawesi Selatan Tjing Ming Nelly menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran. Menurutnya, pemanfaatan limbah organik sangat penting karena sampah organik yang tidak terkelola dapat menghasilkan gas metana yang berpotensi berbahaya bagi lingkungan.

‎Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah di Makassar saat ini sudah cukup mengkhawatirkan, terutama karena kapasitas tempat pembuangan akhir yang semakin terbatas. Oleh karena itu, pengelolaan sampah sejak dari sumbernya menjadi langkah penting yang perlu dilakukan bersama.‎

‎Menurut Nelly, eco enzyme memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga membantu penjernihan air. Cairan ini dihasilkan melalui proses fermentasi bahan organik dengan campuran air dan gula selama sekitar tiga bulan.

‎“Eco enzyme dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga seperti mengepel lantai, mencuci, hingga membersihkan udara. Bahkan ada yang memanfaatkannya untuk membantu perawatan luka luar,” ujarnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa pembuatan eco enzyme cukup sederhana, yakni dengan mencampurkan bahan organik, gula, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Campuran tersebut kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama tiga bulan hingga menghasilkan cairan yang kaya enzim.

‎Dalam kegiatan tersebut, sebagian eco enzyme dituangkan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, sementara sebagian lainnya dibagikan kepada peserta untuk digunakan di rumah masing-masing. Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat dapat mulai mengolah sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang.

‎Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan Enrique Justine Sun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen generasi muda Buddhis dalam merawat alam dan lingkungan. Ia berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

‎Kemudian dari Sumarjo Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun Hari Lahir 40 Tahun GEMABUDHI Sulawesi Selatan Khususnya 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan semoga melalui kegiatan ini memberi sumbangsih kehidupan Manusia yang selaras dengan alam dan menciptakan kerukunan serta keharmonisan di Sulawesi Selatan Khususnya di Kota Makassar yang dimana juga sosialisasi dan kegiatan ini selaras dengan Program Kementerian Agama RI tentang Ekoteologis dan Program Zero Waste di Pemkot Makassar.

‎Secara nasional, gerakan penuangan eco enzyme juga dilakukan secara serentak dengan total sekitar 10.000 liter yang dituangkan di Sungai Cisadane sebagai bagian dari aksi lingkungan yang melibatkan komunitas Buddhis di berbagai daerah.

Tags: Gemabudhi

Baca Juga

Pesan Damai dari Generasi Muda Buddhist Indonesia Sulawesi Selatan , Sambut  Idul Adha 1446 H / 2025 M
Pesan Damai dari Generasi Muda Buddhist Indonesia Sulawesi Selatan , Sambut Idul Adha 1446 H / 2025 M

Populer

  • 1
    8 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Jawabannya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah
  • 2
    Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Dikabarkan Meninggal Dunia
  • 3
    Hari Perempuan Sedunia 2026: Pengingat Ketimpangan Hukum yang Masih Dialami Perempuan
  • 4
    Gladi Bersih TKA SD-SMP 2026 Dimulai Besok, Ini Fungsi dan Tahapan yang Perlu Diketahui Siswa
  • 5
    Ringgo Agus Paparkan Kondisi Sheila Dara, Istri Vidi Aldiano

Ekonomi

  • Sepanjang 2025 Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp41 Triliun, Naik 85 Persen Dibanding 2024
    Sepanjang 2025 Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp41 Triliun, Naik 85 Persen Dibanding 2024
  • Utang Pinjol di Sulsel yang Belum Dibayar Capai Rp2,39 Triliun pada 2025
    Utang Pinjol di Sulsel yang Belum Dibayar Capai Rp2,39 Triliun pada 2025
  • Harga Emas Hari Ini: Antam Dibanderol Rp3,04 Juta per Gram
    Harga Emas Hari Ini: Antam Dibanderol Rp3,04 Juta per Gram

Peristiwa

  • Zakat Fitrah di Makassar 2026 Ditetapkan Rp40 Ribu-Rp56 Ribu per Jiwa, Setara 4 Liter Beras
    Zakat Fitrah di Makassar 2026 Ditetapkan Rp40 Ribu-Rp56 Ribu per Jiwa, Setara 4 Liter Beras
  • Keuskupan Agung Makassar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Lintas Agama
    Keuskupan Agung Makassar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Lintas Agama
  • GEMABUDHI Sulawesi Selatan Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Aksi Penuangan 150 Liter Eco Enzyme di Makassar
    GEMABUDHI Sulawesi Selatan Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Aksi Penuangan 150 Liter Eco Enzyme di Makassar
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID