LUMINASIA.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi Halal Bihalal Syawalan 1447 Hijriah di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri ribuan warga Muhammadiyah di Makassar dan sekitarnya, bahkan hadir juga dari daerah lain di Sulsel.
Hadir dalam Syawalan ini Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti, M.Ed.
Nampak juga sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan seperti Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Bupati Barru Andi Ina Kartika, serta Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Prof Abdul Mu’ti mengatakan, sebelum di Makassar, kegiatan Syawalan telah digelar DPW Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian Selasa nanti akan digelar di PP Muhammadiyah di Jakarta, yang kemudian akan berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia.
"Silaturahmi Syawalan ini merupakan agenda tahunan Muhammadiyah dengan tujuannya untuk kita membangun semangat kerukunan, semangat persatuan dan juga usaha untuk kita bisa lebih baik lagi setelah selama 1 bulan menunaikan ibadah Ramadan," ucapnya.
"Silaturahim ini juga menjadi sarana untuk kita membangun kekuatan dengan berbagai pihak, tidak hanya internal Muhammadiyah," tambahnya.
Dengan kebersamaan dan persatuan ini, ucap Prof Abdul Mu'ti, umat Muhammadiyah bisa semakin bisa bertahan dan bisa mengatasi berbagai persoalan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, berharap Syawalan berlangsung tertib, khidmat, dan mencerminkan semangat kebersamaan persyarikatan.
Rakhim mengatakan, Idulfitri merupakan momentum kemenangan spiritual setelah sebulan penuh umat Islam menjalani puasa Ramadan.
“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan hanya tentang kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Idulfitri harus dimaknai sebagai ajang kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, bagi Muhammadiyah, Syawalan merupakan ruang untuk meneguhkan persaudaraan setelah Ramadan, merekatkan hubungan sosial, dan meneguhkan semangat gerakan setelah sebulan penuh umat ditempa oleh pengalaman spiritual.
“Bagi Muhammadiyah, Syawalan merupakan ruang untuk meneguhkan persaudaraan setelah Ramadan, merekatkan hubungan sosial, dan meneguhkan semangat gerakan setelah sebulan penuh umat ditempa oleh Ramadan,” tandas Rakhim.
Pada acara Syawalan ini juga, Gubernur Sulsel memberikan sumbangan untuk pembangunan kepada DPW Muhammadiyah Sulsel sebesar Rp800 juta.
Peresmian Klinik Utama
Sebelum kegiatan Syawalan dimulai, Prof Abdul Mu'ti bersama jajaran DPW Muhammadiyah Sulsel melakukan soft opening Klinik Utama MPKU PWM Sulsel yang berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah.
"Dengan ucapan Bismillah, atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah kami melakukan soft opening klinik ini," katanya yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita.
"Kehadiran klinik ini sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang sehat, membangun masyarakat yang kuat," ucapnya.
"Karena itu, kami tentu pertama menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh DPW Muhammadiyah Sulawesi Selatan, mudah-mudahan ini bisa terus dikembangkan sebagai bentuk nyata dari usaha Muhammadiyah bersama dengan seluruh komponen masyarakat termasuk dengan gubernur untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat," tutupnya.
Klinik ini akan melayani selama 24 jam untuk penanganan awal. Saat ini, klinik tersebut menyediakan dokter spesialis paru dan interna atau penyakit dalam. Ke depan akan juga dikembangkan dengan menghadirkan dokter spesialis mata, jantung, syaraf, dan lainnya.

