LUMINASIA.ID - Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap maraknya penipuan dengan modus pengiriman paket yang kembali terjadi melalui aplikasi pesan instan, dengan metode pembayaran cash on delivery (COD).
Seorang warga Makassar melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh nomor telepon 0895626963076 , yang menghubungi korban dengan dalih terkait paket.
Modus penipuan berkedok pengantaran paket dengan sistem cash on delivery (COD) kembali terjadi. Seorang warga Makassar menerima pesan mencurigakan dari nomor 0895626963076 yang mengaku sebagai kurir dan meminta pembayaran paket yang tidak pernah dipesan.
Percakapan bermula saat pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat. Pelaku menyampaikan, “Permisi kak saya mau mengantarkan paketnya, apakah posisi kakaknya ada di tempat?”
Korban yang tidak menaruh curiga awalnya membalas, “Antar saja mas” dan menyebut ada orang di rumah. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika pelaku meminta agar pembayaran disiapkan.
“Baik mohon disiapkan untuk pembayarannya,” tulis pelaku.
Merasa tidak pernah melakukan pemesanan, korban kemudian mempertanyakan jenis paket yang dimaksud. “Paket apa ini mas? Shopee?” tanyanya. Namun, tidak ada penjelasan jelas dari pihak pengirim.
Korban bahkan mencoba melakukan panggilan video dan suara untuk memastikan identitas pengirim serta melihat data paket, namun tidak direspons
Kecurigaan semakin kuat ketika korban mengecek semua aplikasi shopee dan tidak ada paket COD. Ia pun menegaskan tidak pernah melakukan transaksi COD. “Saya tidak pernah COD kayaknya,” ujarnya, lalu menambahkan, “Mas saya tidak ada orderan pakai COD.”
Korban juga menolak melakukan pembayaran. “Jadi tidak saya bayar,” tegasnya.
Menerima jawaban ini, pelaku mulai mengintimidasi dengan bahsa tidak sopan, korban dengan meminta untuk mengecek orang di rumah.
“Cek orang rumah bos,” tulisnya. Saat korban meminta bukti berupa foto paket, pelaku tidak memberikan respons jelas dan justru marah meminta korban tidak banyak bertanya. “Gw otw tunggu ya,” lanjutnya.
“Ga usah spam, bentar lagi sampai,” tulisnya.
Percakapan pun berakhir setelah korban membalas santai. Setelah itu, nomor tersebut tidak lagi memberikan respons dan diduga menghilang, ditandai dengan pesan yang tidak lagi tersampaikan (centang satu).
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan paket COD. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembayaran atas paket yang tidak pernah dipesan serta memastikan keabsahan pengiriman sebelum menerima barang.

