Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Hiburan

Raffi Ahmad Sapa Penonton Pelangi di Mars di Nipah XXI Makassar, Film Sci-Fi Hadirkan Pesan Kuatnya Perempuan, Sains, dan Mimpi Anak Indonesia

Kamis, 19 Maret 2026 16:44
Editor: Aksara Dewi
  • Bagikan
Raffi Ahmad yang mewakili eksekutif produser Nagita Slavina, sutradara Upie Guava, produser Dendi Reynando, serta para pemeran seperti Messi Gusti sebagai Pelangi dan Bimo Kusumo sebagai pengisi suara karakter Batik, hadir di special screening Pelangi di Mars, di studio 3 XXI Nipah, Makassar, Kamis (19/3/2026)

LUMINASIA.ID, MAKSASAR - Special screening dan konferensi pers film Pelangi di Mars digelar di XXI Nipah, Makassar, Kamis (19/3/2026) pukul 14.00 WITA.

Jajaran pemain dan tim produksi, di antaranya Raffi Ahmad yang mewakili eksekutif produser Nagita Slavina, sutradara Upie Guava, produser Dendi Reynando, serta para pemeran seperti Messi Gusti sebagai Pelangi dan Bimo Kusumo sebagai pengisi suara karakter Batik, hadir di studio 3 XXI Nipah, menyapa penonton yang memenuhi area,

Film produksi Mahakarya Picturesyang sudah tayang sejak 18 Maret 2026 ini ini mengusung genre fiksi ilmiah keluarga dengan perpaduan live action dan animasi, yang dikembangkan menggunakan teknologi Extended Reality (XR).


Baca: Yuk Ajak Keluarga Nonton Pelangi di Mars, Animasinya Memukau dan Ceritanya Pas untuk Anak


Dalam sesi konferensi pers, Upie Guava menyampaikan bahwa film ini lahir dari keinginan menghadirkan tontonan berkualitas bagi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong mereka untuk berani bermimpi besar.

“Kami merasa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan film yang berkualitas di bioskop. Film ini juga menjadi bukti bahwa kita mampu melampaui batas, termasuk membuat film science fiction dengan teknologi yang kita pelajari sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pelangi di Mars” juga menjadi medium untuk membangkitkan imajinasi generasi muda agar tidak ragu mengejar cita-cita.

“Anak-anak Indonesia harus berani bermimpi jadi astronot, ilmuwan, atau apapun yang mereka inginkan. Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain,” lanjutnya.

Upie juga mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari sosok nyata, yakni Pratiwi Sudarmono, yang menjadi inspirasi karakter ibu Pelangi dalam cerita.

Sementara itu, Raffi Ahmad memberikan apresiasi terhadap proses panjang produksi film ini yang dinilainya penuh dedikasi.

“Film ini dikerjakan hampir lima tahun. Jadi ini bukan karya instan, mereka membuatnya dengan hati, tenaga, pikiran, dan energi. Ini membuktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak kalah dengan luar negeri,” ujar Raffi.

Ia juga menilai film ini berpotensi menjadi tolok ukur baru dalam industri film Indonesia, khususnya di sektor animasi dan visual efek.

“Mudah-mudahan ‘Pelangi di Mars’ ini bisa menjadi benchmark baru bahwa Indonesia sudah berada di level yang lebih bergengsi untuk animasi. Kita harus bangga punya film seperti ini,” tambahnya.

Raffi juga mengungkapkan antusiasme keluarganya terhadap film tersebut. “Anak saya suka sekali film ini, bahkan ingin bertemu dengan karakter robotnya. Ini jadi salah satu pilihan tontonan keluarga saat Lebaran,” katanya.

Di sisi lain, pemeran utama Messi Gusti mengaku mendapatkan pengalaman baru selama proses produksi, terutama dalam berakting dengan pendekatan teknologi.

“Aku harus banyak berimajinasi karena tidak selalu berinteraksi langsung. Selain itu, kostum astronot yang dipakai juga berat dan panas, jadi itu tantangan tersendiri selama syuting,” ungkapnya.


Baca: Masih Ingat Diana Pungky Jin Cantik di Jinny oh Jinny, Penampilan Terbaru Bareng Raffi Ahmad Bikin Iri


Dari sisi produksi, Upie menjelaskan bahwa proses syuting dilakukan sepenuhnya menggunakan teknologi XR di studio di Jakarta selama sekitar dua hingga tiga minggu, yang memungkinkan penggabungan visual digital dan adegan nyata secara langsung.

Selain menghadirkan visual futuristik, film ini juga membawa pesan kuat tentang kepercayaan diri anak Indonesia. Karakter Pelangi digambarkan sebagai sosok anak Indonesia yang mampu memimpin dan berkolaborasi dengan karakter dari berbagai latar belakang global.

“Pesan utamanya adalah membangun kepercayaan diri anak-anak Indonesia bahwa mereka bisa memimpin dan berkontribusi di dunia,” jelas Upie.

Produser Dendi Reynando menambahkan bahwa film ini dirancang sebagai tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai edukatif.

“Film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk memicu imajinasi anak-anak dan membuka ruang diskusi antara anak dan orang tua,” ujarnya.

Kegiatan screening di Makassar ini menjadi bagian dari rangkaian promosi film yang resmi tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026. Dengan menggabungkan cerita petualangan, teknologi modern, serta pesan inspiratif, “Pelangi di Mars” diharapkan menjadi salah satu pilihan utama tontonan keluarga Indonesia, khususnya pada momen Lebaran.


Perjalanan Pelangi Bersama 5 Robot

Film garapan Upie Guava bersama rumah produksi Mahakarya Pictures ini mengangkat kisah unik tentang kehidupan seorang anak perempuan bernama Pelangi yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.

Ia digambarkan sebagai manusia pertama yang menjalani hidup di planet tersebut setelah ditinggalkan oleh ibunya dan koloni manusia lainnya.

Dalam cerita, Pelangi tidak sendiri. Ia hidup berdampingan dengan sekelompok robot yang telah lama terbengkalai.

Bersama para robot itu, ia menjalani petualangan untuk mencari mineral langka bernama Zeolith Omega, yang diyakini memiliki kemampuan untuk memurnikan air di Bumi.

Selain alur cerita yang menyasar penonton keluarga, film ini juga menonjol dari sisi teknologi produksi. “Pelangi di Mars” memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) yang memungkinkan penciptaan latar Planet Mars dalam bentuk tiga dimensi secara real-time.

Teknologi ini menggabungkan pengambilan gambar langsung dengan latar digital sehingga menghasilkan visual yang lebih hidup dan mendalam.

Proses produksi juga didukung teknik motion capture untuk menghadirkan gerakan karakter robot secara realistis.

Sementara itu, penggunaan layar LED berukuran besar memungkinkan latar virtual ditampilkan langsung saat proses pengambilan gambar berlangsung, menciptakan pengalaman visual yang imersif.

Film ini dibintangi Messi Gusti sebagai Pelangi, serta sejumlah nama lain seperti Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin yang memerankan Pelangi kecil. Kehadiran karakter robot dengan beragam sifat turut menambah unsur humor dan dinamika cerita, sehingga film ini dinilai ramah untuk anak-anak maupun keluarga.

Berdasarkan penilaian redaksi Luminasia.id, sebagai film Indonesia, kualitas animasi dalam film Pelangi di Mars tergolong sangat spektakuler. Visualnya tampil halus dengan pergerakan yang mulus, sehingga terasa hidup dan nyaman diikuti sepanjang film.

Kombinasi antara karakter animasi dan sosok manusia seperti Pelangi terasa mulus dan natural, menciptakan tampilan yang menyatu dan meyakinkan di layar


Baca: Film Uang Passolo Angkat Tradisi Rumit Pernikahan Bugis Makassar, Gala Premier Dihadiri Wawali Makassar hingga Fenny Frans


Ceritanya dikemas sederhana namun tetap menghadirkan unsur petualangan dan persahabatan yang mudah dipahami oleh penonton anak-anak.

Selain itu, film ini juga dilengkapi dengan sejumlah lagu yang mendukung suasana cerita, sehingga pengalaman menonton terasa lebih hidup dan menghibur.

Di balik layar, “Pelangi di Mars” menjadi proyek ambisius yang dikerjakan oleh ratusan kreator dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari animator, VFX artist, hingga tim teknis lainnya.

Film ini juga disebut sebagai hasil dedikasi panjang selama hampir enam tahun, yang dilandasi passion dan kecintaan para kreatornya dalam menghadirkan kembali imajinasi serta mimpi anak-anak Indonesia melalui medium film.

Tak hanya menampilkan visual yang kuat, film ini juga memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku di balik layar yang kerap luput dari sorotan. Sejumlah voice actor dan body actor turut mendapatkan porsi perhatian dalam produksi ini, memperlihatkan kontribusi penting mereka dalam menghidupkan karakter.


Tags: Raffi Ahmad Pelangi di Mars film indonesia


Baca Juga

Film Garapan Sineas Makassar 'Jangan Lupa Bahagia' Tayang di Bioskop, Kisah Perjuangan Anak Sulung Jadi Tulang Punggung Keluarga
Film Garapan Sineas Makassar 'Jangan Lupa Bahagia' Tayang di Bioskop, Kisah Perjuangan Anak Sulung Jadi Tulang Punggung Keluarga
Ariel, Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Desta Jelajah Rammang-Rammang, Pesona Karst Maros Jadi Sorotan
Ariel, Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Desta Jelajah Rammang-Rammang, Pesona Karst Maros Jadi Sorotan
Pelukan Haru Penonton Makassar untuk Fanny Kondoh, Usai Nobar Tayang Perdana Baby Udon Bareng Denny Sumargo
Pelukan Haru Penonton Makassar untuk Fanny Kondoh, Usai Nobar Tayang Perdana Baby Udon Bareng Denny Sumargo
Ketua DPW PBB Booking Satu Studio Nobar Film Toko Perlengkapan Mayat
Ketua DPW PBB Booking Satu Studio Nobar Film Toko Perlengkapan Mayat
Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda
Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda
Nobar di Makassar Meriah, Animasi Garuda Di Dadaku Angkat Perjuangan Pesepak Bola Cilik Mengejar Mimpi
Nobar di Makassar Meriah, Animasi Garuda Di Dadaku Angkat Perjuangan Pesepak Bola Cilik Mengejar Mimpi

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 3
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 4
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 5
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel

Ekonomi

  • Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
    Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID