LUMINASIA.ID, TEKNOLOGI - Samsung tampaknya mulai menggeser strategi di segmen menengah dengan menaikkan harga lini Galaxy A terbarunya. Menjelang peluncuran resmi pada 25 Maret 2026, bocoran harga Samsung Galaxy A37 dan Samsung Galaxy A57 justru memicu perhatian karena menunjukkan lonjakan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Dilansir Gadget 360, berdasarkan video hands-on yang beredar, Galaxy A37 diperkirakan dibanderol sekitar Rp39 juta (setara Vietnam), sementara Galaxy A57 menyentuh kisaran Rp44 jutaan untuk varian 8GB/128GB. Angka ini naik cukup jauh dari Galaxy A36 dan A56 yang sebelumnya berada di kisaran Rp29 juta–Rp35 juta saat peluncuran.
Kenaikan harga ini mengindikasikan bahwa Samsung tidak lagi sekadar bermain aman di kelas menengah, melainkan mulai mendorong seri Galaxy A mendekati kategori “upper mid-range” atau bahkan semi-flagship.
Dari sisi spesifikasi, peningkatan memang terlihat, namun tidak sepenuhnya revolusioner. Galaxy A37 dikabarkan akan menggunakan chipset Exynos 1480, menggantikan Snapdragon di generasi sebelumnya. Sementara Galaxy A57 membawa Exynos 1680 yang lebih baru, serta desain yang diklaim lebih premium dengan frame metal.
Keduanya tetap mengusung layar 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz, baterai 5.000mAh, serta dukungan fast charging 45W—fitur yang kini mulai menjadi standar di kelasnya. Kamera juga masih mengandalkan konfigurasi triple dengan sensor utama 50MP, menunjukkan pendekatan “refinement” ketimbang perubahan besar.
Namun yang menarik, Samsung menjanjikan hingga enam tahun pembaruan software, sebuah nilai jual kuat yang bisa menjadi pembeda dibanding rival di segmen harga serupa.
Langkah ini memperlihatkan arah baru Samsung: bukan lagi sekadar menawarkan ponsel “value for money”, tetapi membangun persepsi premium di lini Galaxy A. Tantangannya, apakah konsumen siap membayar lebih untuk peningkatan yang relatif bertahap—atau justru akan beralih ke kompetitor yang menawarkan spesifikasi lebih agresif di harga lebih rendah.

