LUMINASIA.ID, JAKARTA – Sorotan MotoGP Amerika Serikat 2026 tak hanya tertuju pada ambisi Marc Márquez untuk kembali menang, tetapi juga pada pertarungan sengit antar pabrikan yang mulai memanas sejak awal musim. Seri di Circuit of the Americas (COTA) pada 27–29 Maret 2026 menjadi panggung penting untuk menguji dominasi Ducati yang mulai mendapat tekanan nyata dari Aprilia Racing.
Dilansir Okezone Sport, Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai tampil impresif di dua seri pembuka musim. Kombinasi kecepatan dan konsistensi yang ditunjukkan Jorge Martin serta Marco Bezzecchi membuat pabrikan asal Noale itu menjadi ancaman serius bagi Ducati, yang selama ini dikenal sebagai kekuatan utama di grid MotoGP.
Di sisi lain, Ducati Lenovo Team justru menghadapi tantangan internal. Marc Márquez, meski digadang-gadang sebagai raja COTA, belum mampu mengonversi performa awal musim menjadi kemenangan. Sirkuit sepanjang 5,5 km tersebut memang dikenal cocok dengan gaya balap agresif Márquez, tetapi inkonsistensi kecil pada aspek teknis masih menjadi pekerjaan rumah.
COTA sendiri bukan sekadar lintasan biasa. Karakter tikungan tajam dan perubahan elevasi ekstrem menjadikannya salah satu sirkuit paling teknis di kalender MotoGP. Kondisi ini membuka peluang bagi tim dengan setelan motor paling adaptif untuk mencuri keunggulan, termasuk Aprilia yang tengah menemukan momentum.
Balapan utama yang akan digelar Minggu malam WIB diprediksi menjadi titik balik persaingan musim ini. Jika Ducati gagal mengamankan kemenangan, maka dominasi mereka berpotensi benar-benar digeser oleh Aprilia sejak fase awal kejuaraan.
Dengan tensi persaingan yang semakin tinggi, MotoGP Amerika 2026 bukan hanya soal siapa yang tercepat, tetapi juga siapa yang paling siap menghadapi tekanan di awal perebutan gelar juara dunia.

