Infrastuktur dan Ekonomi Jadi Fokus Utama Pembangunan Gowa 2027
LUMINASIA.ID, GOWA -- Pemerintah Kabupaten (Pemda) Gowa menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (8/4).
Forum tahunan ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan, menyinergikan program lintas sektor, serta memastikan perencanaan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan visi “Bersama Menuju Gowa Lebih Baik dan Berkelanjutan”.
“Ini fase penting untuk mempercepat capaian target pembangunan sekaligus memperkuat fondasi menuju visi jangka panjang Gowa 2045. Karena itu, perencanaan harus adaptif, terintegrasi, dan mampu menjawab isu strategis secara tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Gowa tahun 2027 adalah transformasi sosial dan ekonomi melalui peningkatan kualitas layanan publik, pemberdayaan ekonomi produktif, serta penguatan infrastruktur dasar untuk pemerataan pembangunan.
Menurut Husniah, tema tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas pemerataan infrastruktur.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian indikator makro tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 73,01 pada 2024 menjadi 74,22 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi juga naik signifikan dari 5,01 persen menjadi 7,05 persen, melampaui rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional.
Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 6,86 persen menjadi 6,64 persen.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena tantangan ke depan semakin kompleks. Pembangunan harus inklusif, merata, dan berkelanjutan,” kata Husniah.
Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menyebut Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang partisipatif.
“Forum ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk penyempurnaan rancangan RKPD 2027, sekaligus memastikan program daerah selaras dengan prioritas nasional dan provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam, menegaskan pokok-pokok pikiran DPRD merupakan representasi langsung kebutuhan masyarakat yang dihimpun melalui reses dan rapat dengar pendapat.
“Pokok pikiran ini mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi pokok pikiran DPRD dalam RKPD menjadi penting agar perencanaan pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan perangkat daerah terbaik dalam penyusunan dokumen perencanaan 2026. Kecamatan terbaik antara lain Somba Opu, Bajeng, Barombong, Biringbulu, Parangloe, dan Bontomarannu.
Adapun perangkat daerah terbaik yakni Bapenda, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Perikanan, BPKD, Dinas PPPA, serta Dinas PUPR Kabupaten Gowa.
Musrenbang ini dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, hingga unsur masyarakat.

