Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Fundamental Efisiensi Angkat Laba GJTL di Tengah Penurunan Penjualan

Rabu, 15 April 2026 22:17
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi saham (liputan6)

LUMINASIA.ID, JAKARTA — Kinerja PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang menarik: ketika penjualan mengalami penurunan, perusahaan justru mampu mencatatkan pertumbuhan laba. Fenomena ini menyoroti peran efisiensi operasional dan faktor non-inti dalam menjaga profitabilitas emiten produsen ban tersebut.

Dilansir Investor ID, berdasarkan laporan keuangan terbaru, GJTL membukukan laba bersih sebesar Rp 1,24 triliun pada 2025, naik 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,18 triliun. Padahal, penjualan bersih justru turun menjadi Rp 17,66 triliun dari Rp 18,02 triliun pada 2024.

Kenaikan laba ini tidak lepas dari keberhasilan perusahaan menekan beban pokok penjualan yang turun tipis menjadi Rp 14,11 triliun. Namun, penurunan margin tetap terlihat dari laba bruto yang menyusut menjadi Rp 3,55 triliun dari sebelumnya Rp 3,87 triliun.

Yang menarik, dorongan utama terhadap laba justru datang dari komponen non-operasional. GJTL mencatat keuntungan kurs mata uang asing bersih sebesar Rp 96,03 miliar serta keuntungan lain-lain bersih Rp 184,28 miliar. Kombinasi ini membantu mengangkat laba sebelum pajak menjadi Rp 1,62 triliun.

Dari sisi struktur keuangan, perusahaan masih menunjukkan posisi yang relatif solid. Per akhir 2025, total aset tercatat Rp 21,67 triliun dengan ekuitas Rp 10,45 triliun, mencerminkan fondasi yang cukup kuat untuk menopang ekspansi maupun stabilitas jangka panjang.

Di pasar saham, pergerakan GJTL juga mencerminkan optimisme investor. Dalam sepekan terakhir, saham ini menguat hampir 10%, bahkan melonjak lebih dari 17% dalam satu bulan. Aktivitas beli investor asing turut menjadi katalis, dengan net buy mencapai Rp 10,34 miliar dalam periode 8–14 April 2026.

Namun, yang lebih mencuri perhatian adalah valuasinya. Dengan price to book value (PBV) hanya 0,40 kali dan price earning ratio (PER) 3,41 kali, saham GJTL masih tergolong murah dibandingkan rata-rata pasar. Kondisi ini membuka ruang bagi investor yang mencari saham dengan fundamental kuat namun belum sepenuhnya terefleksi dalam harga.

Melihat kombinasi efisiensi, dukungan keuntungan non-operasional, serta valuasi yang masih rendah, GJTL kini berada dalam posisi unik: bukan sekadar saham yang naik karena sentimen, tetapi juga karena adaptasi strategi bisnis di tengah tekanan penjualan.

Tags: GJTL

Populer

  • 1
    Bangkok United vs Gamba Osaka: Laga Ketat Tanpa Gol di 10 Menit Awal
  • 2
    Honda Makassar Culinary Night 2026 Usung Green Culture Festival, Bawa Tumbler Bisa Gratis Isi Air Minum
  • 3
    Juventus Bukan Sekadar Cari Kiper, Tapi Arah Baru
  • 4
    Hadiri Pembukaan MTQ Sulsel, Bupati Gowa Suntik Semangat Kafilah
  • 5
    Lewat Paroki Santo Clemens Mandonga, DJP Dekatkan Edukasi SPT dengan Pendekatan Humanis

Ekonomi

  • Reli Pasar AS Tak Sepenuhnya Cerminkan Realitas Ekonomi, Kenaikan Saham Dibayangi Tekanan Biaya Hidup
    Reli Pasar AS Tak Sepenuhnya Cerminkan Realitas Ekonomi, Kenaikan Saham Dibayangi Tekanan Biaya Hidup
  • IMF Soroti Risiko Efek Domino Perang Timur Tengah ke Ekonomi Global
    IMF Soroti Risiko Efek Domino Perang Timur Tengah ke Ekonomi Global
  • Sengketa Denza Jadi Alarm Keras bagi Produsen Global di Indonesia
    Sengketa Denza Jadi Alarm Keras bagi Produsen Global di Indonesia

Peristiwa

  • Celah Administrasi atau Solusi Transisi? Kelonggaran STNK Tanpa KTP Disorot dari Sisi Kepastian Data
    Celah Administrasi atau Solusi Transisi? Kelonggaran STNK Tanpa KTP Disorot dari Sisi Kepastian Data
  • Praperadilan Sekjen DPR Uji Batas Baru Penyidikan KPK di Era KUHAP Berbasis HAM
    Praperadilan Sekjen DPR Uji Batas Baru Penyidikan KPK di Era KUHAP Berbasis HAM
  • WFH Dinilai Tekan BBM, Tantangan Baru Ada di Produktivitas ASN
    WFH Dinilai Tekan BBM, Tantangan Baru Ada di Produktivitas ASN
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID