LUMINASIA.ID, BOLA - Hasil imbang 3-3 antara Barito Putera dan Persiba Balikpapan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (18/4/2026), tidak hanya menghadirkan drama panjang di lapangan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap persaingan di papan klasemen Grup B Liga 2. Laga yang berjalan ketat hingga menit-menit akhir ini justru menjadi kabar baik bagi PSIS Semarang yang kini bisa bernapas sedikit lega dalam perebutan posisi.
Dilansir Suara Merdeka, Persiba Balikpapan sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul 3-2. Tim berjuluk Beruang Madu tampil agresif sejak awal dan membuka keunggulan melalui D Nofiansyah pada menit ke-20. Namun, Barito Putera menunjukkan mentalitas kuat dengan membalas lewat Alxsandro dan kemudian berbalik unggul melalui gol Fabiano Beltrame di penghujung babak pertama.
Memasuki babak kedua, Persiba kembali menyamakan kedudukan lewat I Abdillah di menit ke-47 dan bahkan sempat kembali memimpin. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan setelah Barito Putera memaksakan skor menjadi imbang 3-3.
Dari sudut pandang klasemen, hasil ini membuat kedua tim kehilangan momentum penting untuk menjauh dari pesaing. Alih-alih mengamankan posisi, tambahan satu poin justru membuka peluang bagi tim lain untuk menyusul atau bahkan menyalip. Dalam konteks ini, PSIS menjadi pihak yang paling diuntungkan karena tekanan langsung dari dua rivalnya sedikit mereda.
Pertandingan ini juga menegaskan ketatnya persaingan di Grup B, di mana selisih poin tipis membuat setiap hasil pertandingan memiliki dampak besar. Dengan beberapa laga tersisa, situasi masih sangat terbuka dan potensi perubahan posisi klasemen bisa terjadi kapan saja.
Drama 115 menit di Banjarmasin bukan sekadar tontonan seru, tetapi juga penentu arah persaingan menuju fase krusial Liga 2 musim ini.

