LUMINASIA.ID, Jakarta – Keputusan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membagikan dividen total Rp 881,5 miliar untuk tahun buku 2025 tidak hanya menarik dari sisi imbal hasil, tetapi juga memperkuat sinyal bahwa saham perusahaan ini masih berada dalam kondisi undervalued. Dengan price to book value (PBV) yang masih di bawah 1, yakni 0,68 kali, pembagian dividen ini menjadi indikator bahwa pasar belum sepenuhnya merefleksikan nilai fundamental perseroan.
Dilansir investor.id, di tengah kenaikan harga saham sebesar 15,57% dalam sebulan terakhir, langkah AALI tetap konsisten membagikan dividen—termasuk dividen final Rp 335 per saham—memberikan pesan kuat kepada investor bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat dan strategi bisnis yang stabil. Yield dividen sekitar 4% juga menempatkan AALI sebagai salah satu opsi menarik bagi investor yang mengincar kombinasi capital gain dan pendapatan pasif.
Lebih dari sekadar pembagian keuntungan, momentum ini mencerminkan daya tahan sektor perkebunan di tengah dinamika pasar global. Dengan rasio PER yang relatif moderat di level 10,92 kali, AALI menunjukkan keseimbangan antara valuasi dan kinerja. Kondisi ini membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk masuk sebelum pasar sepenuhnya menyesuaikan harga saham dengan nilai intrinsiknya.

