LUMINASIA.ID, BOLA - Barcelona memang harus mengubur mimpi mereka di Liga Champions musim ini setelah disingkirkan Atletico Madrid di perempat final. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir, melainkan pada pendekatan permainan yang dinilai menjadi akar kegagalan tim asal Catalan tersebut.
Dilansir Barca Universal, mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, menilai Barcelona sebenarnya tampil lebih baik dalam laga tersebut. Meski begitu, situasi pertandingan—terutama bermain dengan satu pemain lebih sedikit—membuat mereka kesulitan mempertahankan momentum. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut memberi keuntungan besar bagi Atletico Madrid yang dikenal solid dalam bertahan.
Menurut Kroos, masalah utama Barcelona bukan semata-mata insiden di lapangan, melainkan sistem permainan yang mereka terapkan. Ia menyoroti garis pertahanan tinggi yang kerap meninggalkan ruang kosong di belakang, sehingga mudah dimanfaatkan lawan. Situasi ini, menurutnya, bukan pertama kali terjadi, melainkan pola yang terus berulang dari musim ke musim.
Kroos bahkan menilai gaya bermain tersebut berisiko besar dalam kompetisi sekelas Liga Champions. Ia menyebut bahwa jika Barcelona tidak melakukan perubahan signifikan dalam pendekatan taktik, peluang mereka untuk meraih gelar akan tetap kecil.
Di sisi lain, ia juga meragukan peluang Atletico Madrid untuk menjadi juara, meskipun berhasil menyingkirkan Barcelona. Kroos menilai masih ada tim lain yang memiliki kualitas permainan lebih baik untuk melangkah hingga akhir kompetisi.
Pernyataan Kroos ini memperkuat perdebatan bahwa kegagalan Barcelona bukan sekadar soal hasil pertandingan, melainkan kebutuhan untuk evaluasi mendalam terhadap filosofi bermain mereka di level tertinggi Eropa.

