LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik Negeri Ujung Pandang (MAPALA PNUP) melakukan penanaman ratusan pohon kayu dan buah di jalur pendakian menuju Lembah Lohe, Dusun Lengkese’, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada 17–19 April 2026.
Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi (Anniversary) ke-32 MAPALA PNUP yang diperingati setiap 19 April. Aksi tersebut difokuskan di sepanjang jalur pendakian hingga area Lembah Lohe sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Ketua Panitia Anniversary ke-32 MAPALA PNUP, Ahyal, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari agenda “Pendakian Bersama” yang melibatkan keluarga besar organisasi.
“Penanaman pohon ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Pendakian Bersama, sekaligus bentuk perayaan ulang tahun MAPALA PNUP yang ke-32,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, MAPALA PNUP menanam berbagai jenis pohon, di antaranya pohon kayu seperti mahoni dan bitti, serta tanaman buah seperti jeruk dan jambu. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kawasan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Tidak hanya melakukan penghijauan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih sampah di sepanjang jalur pendakian. Selain itu, anggota muda MAPALA PNUP juga mendapatkan pengenalan Divisi Mountaineering sebagai bagian dari persiapan mengikuti pendidikan lanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum MAPALA PNUP, Ahmad Ihkram, mengungkapkan bahwa ratusan bibit yang ditanam berasal dari Persemaian Permanen Unit Gowa. Fasilitas pembibitan tersebut dikelola oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ia menegaskan bahwa tema penghijauan yang diangkat dalam anniversary tahun ini mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Tahun ini kami mengangkat tema penghijauan dan pelestarian lingkungan sebagai bentuk komitmen MAPALA PNUP untuk terus mendukung upaya menjaga alam sekaligus mengedukasi pentingnya pelestarian lingkungan,” kata Ahmad Ihkram.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi gerakan internal organisasi, tetapi juga dapat menginspirasi para pendaki lainnya untuk ikut menjaga kelestarian kawasan Lembah Lohe.
“Kami berharap tidak hanya MAPALA PNUP, tetapi juga seluruh pendaki yang datang ke Lembah Lohe dapat berkomitmen menjaga lingkungan,” tambahnya.
Aksi penghijauan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perayaan organisasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan. (*)

