LUMINASIA.ID — Politikus Akbar Faizal mengaku menyesal membeli mobil listrik BYD Seal Premium setelah mengalami masalah pada kendaraannya yang tak kunjung terselesaikan hingga empat bulan.
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Thread miliknya. Ia menilai performa penjualan BYD cukup baik, namun layanan purnajual dinilai belum memuaskan.
“Saya membeli mobil BYD Seal Premium di Sudirman. Desember 2025, mobil bermasalah karena oleng saat dikendarai. Pihak diler, leasing, asuransi, dan bengkel saling lempar tanggung jawab,” tulisnya, dikutip Jumat (10/4/2026).
Akbar menyebut, kendaraan tersebut sempat berada di bengkel selama dua bulan, namun perbaikan yang dilakukan dinilai tidak tepat sehingga kerusakan justru semakin parah.
“Dua bulan mobil tidak jelas, ternyata salah analisa dan kerusakan semakin parah. Saya kembalikan, hingga kini sudah masuk bulan keempat,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti pihak leasing yang digunakan, yakni Clipan Finance, yang menurutnya turut memperumit penyelesaian masalah.
Akbar mengaku sempat tetap membayar cicilan pada Maret 2026, meskipun kendaraan belum jelas kondisinya. Namun, pada April ia memutuskan menghentikan pembayaran karena belum ada kejelasan.
“April saya tidak bayar karena mobil tak jelas. Mereka terus menghubungi saya dari berbagai nomor. Bahkan hari ini saya menerima surat peringatan pertama,” ujarnya.
Ia pun mengaku telah melayangkan somasi kepada tiga pihak, yakni BYD, Clipan Finance, dan Asuransi Multi Artha Guna (MAG). Selain itu, ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turun tangan.
“Saya meminta OJK bekerja lebih serius menangani perusahaan seperti ini,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak BYD terkait keluhan tersebut.
Dr. Akbar Faizal, M.Si. (lahir 21 Desember 1968) adalah mantan wartawan dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Anggota DPR-RI dari 2009–2013 dan 2014–2019 mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Saat ini ia menjadi Direktur Eksekutif Nagara Institute (lembaga riset politik di Indonesia)
Ini isi pernyataan lengkapnya:
Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag_ sempurnakan kerusakannya.
Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yg dipilih BYD saling lempar tanggungjawab.
Dua bulan lbh mbl saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mrk. Ternyata mrk salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lg. Sdh masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan.
Pada Maret, utk pertama kalinya saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, sy tak mau bayar. Pihak Clipan Finance spt org gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan.
Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mrk tak peduli nasib mbl saya. Jika mau tarik mbl itu, skrg ada di halaman kantor kalian atau dibengkel yg kalian pilih.
Hari ini pula saya kirim somasi ke 3 pihak itu. Saya juga mention OJK. Saya minta OJK mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti itu. Itu tugas kalian.

