LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Ajang Met Gala 2026 resmi berakhir dengan parade busana spektakuler di tangga Metropolitan Museum of Art, New York, pada Senin (4/5) malam waktu setempat. Sejumlah selebritas papan atas tampil dengan konsep yang kuat, sejalan dengan tema tahun ini, “Costume Art” dan dress code “Fashion is Art”.
Majalah Vogue kemudian merilis daftar busana terbaik atau best dressed yang dinilai paling berhasil menerjemahkan tema tersebut melalui pendekatan artistik dan naratif.
Dalam ulasannya, penulis senior Vogue, Christian Allaire, menegaskan bahwa Met Gala bukan sekadar ajang pamer busana.
“Ini bukan hanya tentang berdandan. Ini adalah kesempatan untuk menyampaikan cerita yang kuat melalui pakaian, bahkan untuk menantang ekspektasi,” tulisnya.
Menurut Vogue, banyak tampilan tahun ini menitikberatkan pada eksplorasi siluet serta bagaimana tubuh manusia dibingkai—baik dengan menonjolkan maupun menyamarkan bentuk aslinya. Pendekatan ini sejalan dengan pameran Costume Institute yang menjadi pusat inspirasi acara.
Sejumlah selebritas yang masuk daftar terbaik antara lain Emma Chamberlain, Ashley Graham, hingga Cara Delevingne. Mereka dinilai menghadirkan interpretasi kreatif terhadap tema melalui detail desain yang unik.
Emma Chamberlain, misalnya, tampil mengenakan rancangan Mugler yang dilukis tangan dan terinspirasi dari arsip desain tahun 1997. Sementara Ashley Graham mencuri perhatian dengan gaun tanpa ritsleting yang dijahit langsung di tubuhnya.
Sorotan utama juga tertuju pada Rihanna yang mengenakan gaun struktural dari Maison Margiela, terinspirasi dari arsitektur abad pertengahan di Belgia. Ia tampil bersama A$AP Rocky yang mengenakan busana rancangan Chanel dengan sentuhan klasik modern.
Tak kalah mencuri perhatian, Nicole Kidman tampil dalam gaun Chanel yang disebut membutuhkan sekitar 800 jam pengerjaan manual, dihiasi manik-manik berwarna ruby dan detail bulu yang rumit.
Vogue mencatat, banyak busana terbaik tahun ini mengusung konsep yang “disengaja dan penuh makna”, bukan sekadar estetika visual. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana mode dapat berfungsi sebagai medium seni sekaligus ekspresi identitas.
Ajang Met Gala sendiri dikenal sebagai salah satu peristiwa mode paling bergengsi di dunia, yang tidak hanya menampilkan tren, tetapi juga menggabungkan seni, budaya, dan narasi personal para pesertanya.
Di akhir laporan, Vogue juga mengajak pembaca untuk ikut menentukan busana favorit mereka melalui voting global.

