LUMINASIA.ID, JAKARTA — PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang mengingatkan pengendara untuk tidak mengabaikan kondisi minyak rem motor demi menjaga keselamatan berkendara.
Dilansir wahanahonda.com, manajemen Honda menegaskan bahwa minyak rem merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengereman yang berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem ke roda.
Ketika tuas rem ditekan, tekanan tersebut diteruskan untuk menggerakkan piston sehingga kampas rem menekan cakram dan memperlambat laju kendaraan.
Karena itu, kualitas minyak rem harus tetap terjaga agar pengereman bekerja optimal dan responsif.
Namun seiring penggunaan, kualitas minyak rem dapat menurun karena sifatnya yang mudah menyerap uap air dari udara. Kandungan air yang terlalu tinggi membuat kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan berkurang.
Akibatnya, pengereman bisa terasa kurang pakem, lebih lambat, bahkan terasa seperti kosong atau ngempos saat digunakan.
Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengatakan kondisi minyak rem yang sudah tidak baik dapat memengaruhi performa pengereman secara signifikan.
“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” ujarnya.
Selain memengaruhi respons pengereman, kandungan air dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem rem sehingga berisiko menurunkan performa kendaraan secara keseluruhan.
Honda pun mengingatkan pengendara untuk mengenali beberapa tanda minyak rem yang perlu segera diganti.
Tanda pertama yakni perubahan warna minyak rem menjadi lebih gelap dari warna awal yang bening kekuningan. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena minyak rem sudah tercampur kotoran atau menyerap terlalu banyak air.
Tanda lainnya adalah tarikan rem terasa lebih dalam dan tidak se-responsif biasanya. Pengendara perlu tenaga lebih untuk menghentikan motor dan kondisi ini sering disebut rem ngempos.
Selain itu, performa pengereman yang mulai menurun, seperti jarak pengereman lebih panjang atau respons rem tidak konsisten, juga menjadi indikasi bahwa minyak rem perlu segera diganti.
Meski tanda-tanda tersebut dapat dikenali, Honda menyarankan penggantian minyak rem tidak menunggu hingga gejala muncul.
Secara umum, penggantian minyak rem dianjurkan setiap 24 bulan atau 24 ribu kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.
“Kami menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian minyak rem di bengkel resmi AHASS. Selain menggunakan produk yang sesuai standar, proses pengerjaan dilakukan oleh teknisi terlatih dengan prosedur yang tepat, sehingga keamanan dan performa kendaraan tetap terjaga,” tambah Wahyu.
Honda juga mengingatkan bahwa servis rutin di AHASS tidak hanya memastikan penggantian minyak rem dilakukan dengan benar, tetapi sekaligus membantu pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman agar potensi kerusakan dapat dideteksi lebih dini.
Untuk mempermudah konsumen, Honda menyediakan layanan melalui aplikasi WANDA yang dapat digunakan untuk booking servis, mencari lokasi AHASS terdekat, hingga memperoleh informasi perawatan sepeda motor.

