LUMINASIA.ID, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Sulawesi mulai berlaku pada 1 Juli 2026 pukul 00.00 WITA, dengan penurunan harga untuk produk gasoline beroktan tinggi dan diesel non-subsidi guna mengikuti dinamika harga pasar minyak dunia.
Di sisi lain, Pertamina memastikan harga Pertamax (RON 92), Pertalite, dan Biosolar tidak mengalami perubahan sehingga tetap memberikan kepastian harga bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daya beli.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi perekonomian masyarakat.
"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty.
Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo (RON 98) di wilayah Sulawesi turun dari Rp21.200 per liter menjadi Rp19.750 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter.
Harga Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami penurunan dari Rp25.350 per liter menjadi Rp21.650 per liter atau turun Rp3.700 per liter.
Sementara itu, Dexlite (CN 51) turun dari Rp23.500 per liter menjadi Rp20.150 per liter atau lebih rendah Rp3.350 per liter dibandingkan harga sebelumnya.
Di tengah penyesuaian harga tersebut, Pertamina mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di angka Rp16.650 per liter, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.
Menurut Kitty, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan harga yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk yang diterima masyarakat.
"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," katanya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi resmi mengenai harga BBM melalui aplikasi dan situs MyPertamina maupun layanan Pertamina Call Center 135 agar mendapatkan informasi yang akurat mengenai produk dan layanan perusahaan.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 Juli 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Green: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Dengan penyesuaian tersebut, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, khususnya kendaraan diesel, dapat menikmati harga yang lebih rendah mulai awal Juli 2026, sementara Pertamina memastikan pasokan dan kualitas produk tetap terjaga.



