LUMIANSIA.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada pekan ini seiring meningkatnya kehati-hatian investor menghadapi berbagai sentimen global dan domestik.
DIlansir idnfinancials.com, Rotasi investasi dari saham teknologi menuju saham-saham defensif menjadi salah satu faktor yang diperkirakan memengaruhi arah perdagangan pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi dalam negeri, termasuk rencana penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds, serta menunggu rilis sejumlah indikator ekonomi penting yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Baca: Investor Pasar Modal Sulsel Tembus 693 Ribu SID, Reksa Dana Tumbuh Paling Pesat
Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelemahan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu dipicu oleh pergeseran minat investor ke sektor-sektor defensif. Saham-saham produsen chip terkoreksi setelah muncul laporan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda Initial Public Offering (IPO) hingga 2027, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap perlambatan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
"Investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds," tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Menurut Phintraco, rencana penerbitan instrumen surat utang tersebut dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah menarik investasi. Namun, pasar juga mencermati adanya kekhawatiran terkait unsur imunitas yang disebut akan diberikan kepada para pembelinya.
Selain sentimen domestik, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian investor. Situasi hubungan antara Iran dan Amerika Serikat dinilai tetap berpotensi memengaruhi perdagangan global dan sentimen pasar keuangan.
Baca: OJK: Realisasi Buyback Saham Tanpa RUPS Capai Rp17,12 Triliun, Diikuti 64 Emiten
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan menunggu sejumlah data ekonomi penting, mulai dari rilis S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, data neraca perdagangan, hingga angka inflasi yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 5.700 hingga 5.800 selama pekan ini.
Sementara itu, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap IHSG masih berasal dari pelemahan Wall Street serta berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar domestik.
Meski demikian, terdapat sejumlah sentimen positif yang dinilai dapat menopang pasar, terutama kenaikan harga komoditas seperti emas, timah, tembaga, dan batu bara.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745/5.595 dan resistance 6.050/6.200," tulis analis CGS International Sekuritas Indonesia.
Para analis menilai arah pergerakan IHSG dalam waktu dekat akan sangat dipengaruhi kombinasi sentimen global, perkembangan geopolitik, arus dana asing, serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan rilis data makroekonomi domestik.

