LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Toyota mencatatkan tren penjualan yang terus menguat di Sulawesi Selatan menjelang pertengahan 2026.
Kenaikan penjualan tersebut turut mendongkrak pangsa pasar (market share) Toyota hingga diperkirakan menembus lebih dari 40 persen pada Juni 2026, sekaligus memperkuat posisi merek ini di tengah persaingan industri otomotif yang masih bergejolak.
Peningkatan tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran program Hybrid Eco Match Goals with Toyota yang digelar di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar pada 2–12 Juli 2026. Melalui kampanye SuperSale, Toyota menghadirkan berbagai promo penjualan untuk menjaga daya beli masyarakat setelah adanya penyesuaian harga kendaraan sejak awal Juni.
Marketing General Manager Toyota, Suliadin, mengatakan capaian penjualan Toyota menunjukkan tren yang sangat positif dibandingkan bulan sebelumnya.
"Pencapaian bulan Juni, SPK sejak Mei meningkat 13 persen. Penjualan juga naik, bulan lalu 1.725, bulan ini per jam ini sudah 1.852. Angka tersebut tidak bisa kami capai tanpa kontribusi media," ujar Suliadin dalam opening speech.
Ia mengungkapkan, peningkatan penjualan tersebut turut mendorong market share Toyota mengalami kenaikan signifikan.
"Kalau Mei market share kami sekitar 37 persen, bulan ini sudah di atas 40 persen," katanya.
Menurut Suliadin, kenaikan harga kendaraan yang mulai berlaku sejak 1 Juni menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif. Karena itu, Toyota menghadirkan berbagai program penjualan agar konsumen tetap memperoleh keuntungan saat membeli kendaraan baru.
"Bulan ini harga mulai naik per 1 Juni. Agar customer tidak shock, maka kami berikan Eco Match Goals with Toyota. Program kita adalah SuperSale," ujarnya.
Melalui program tersebut, Toyota menawarkan berbagai keuntungan kepada konsumen, mulai dari subsidi Trade In untuk pembelian Toyota Veloz, free insurance untuk pembelian Toyota Innova dan Toyota Fortuner, hingga berbagai promo khusus untuk kendaraan hybrid seperti Toyota Innova Zenix Hybrid dan model hybrid lainnya.
Suliadin mengatakan kondisi pasar otomotif nasional saat ini masih dipengaruhi berbagai faktor yang membuat persaingan semakin ketat sehingga diperlukan stimulus untuk menjaga pertumbuhan penjualan.
"Banyak sekali volatilitas pada market saat ini. Karena itu kita berikan subsidi. Target kita 2.000 penjualan bulan depan," katanya.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar saat ini berada pada segmen kendaraan dengan rentang harga Rp275 juta hingga Rp300 juta yang persaingannya semakin kompetitif.
Sebaliknya, segmen kendaraan dengan harga di atas Rp400 juta dinilai masih menunjukkan permintaan yang relatif stabil.
Meski demikian, beberapa model andalan Toyota tetap mencatatkan performa positif di pasar Sulawesi Selatan.
Suliadin menyebut Toyota Avanza masih menjadi salah satu kontributor utama penjualan perusahaan.
Selain itu, Toyota Agya juga terus menunjukkan pertumbuhan dan mempertahankan dominasinya di segmen kendaraan kompak.
"Khusus Agya bulan ini mencapai 300 unit, sekitar 260-an. Ini menunjukkan Agya tetap dominan di segmen anak muda," tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Hybrid Eco Match Goals with Toyota, perusahaan berharap momentum peningkatan market share dan penjualan dapat terus berlanjut.
Toyota juga optimistis berbagai program SuperSale yang ditawarkan mampu menjaga minat beli masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target penjualan sebanyak 2.000 unit pada bulan mendatang, meski industri otomotif masih menghadapi dinamika pasar yang cukup tinggi.

