MAKASSAR — Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan melalui berbagai kebijakan moneter.
Hal tersebut disampaikan Arief Noer Rachman dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dalam bincang ekonomi bertajuk “Mengelola Uang di Tengah Dinamika Global: Seberapa Aman Tabungan Kita?” yang digelar Tiga Warna Media Network di Makassar Creative Hub Losari, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para ibu rumah tangga sebagai peserta utama guna meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan keuangan keluarga di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.
Baca: LPS Imbau Ibu Rumah Tangga Disiplin Kelola Keuangan dan Manfaatkan Penjaminan Simpanan
Arief menjelaskan bahwa tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan ekonomi melalui kebijakan moneter, termasuk mengelola jumlah uang beredar di masyarakat melalui sektor perbankan.
“Uang masyarakat yang ditabung di bank dikelola oleh industri perbankan. Bank Indonesia bertugas memastikan agar sektor perbankan tetap sehat dan stabil sehingga tabungan masyarakat terjaga,” ujarnya.
Ia mengatakan Bank Indonesia terus memantau perkembangan ekonomi global beserta dampaknya terhadap perekonomian nasional maupun daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kondisi ekonomi global saat ini masih menghadapi ketidakpastian akibat sejumlah faktor, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.
“Saat ini kondisi global sedang tidak kondusif. Konflik geopolitik yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak dunia meningkat, ditambah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang turut memengaruhi pasar global,” jelas Arief.
Ia menambahkan, situasi tersebut membuat masyarakat global cenderung menyimpan aset dalam bentuk dolar Amerika Serikat sehingga berdampak pada penguatan kurs dolar terhadap rupiah.
“Ketidakpastian ini membuat masyarakat cenderung menyimpan aset dalam bentuk dolar Amerika, yang menjadi salah satu penyebab penguatan kurs dolar terhadap rupiah,” katanya.
Baca: Kadis Kominfo Makassar Apreasi Bincang Ekonomi Tiga Warna, Nilai Ibu-ibu Wajib Tahu Keuangan Digital
Meski demikian, Arief menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, meningkat dibandingkan Triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.
Arief menekankan pentingnya menjaga optimisme dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap positif di tengah prospek ekonomi global yang memburuk.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga agar tetap stabil menghadapi berbagai dinamika ekonomi.
“Perencanaan keuangan keluarga menjadi sangat penting dalam situasi seperti sekarang. Masyarakat perlu lebih bijak mengatur pengeluaran dan menyiapkan dana darurat,” ujarnya.
Forum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait keamanan tabungan, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga maraknya investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Ketua Tiga Warna Media Network, Nur Rachmat, mengatakan kegiatan tersebut hadir sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi global yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
“Banyak ibu rumah tangga mulai cemas terhadap kondisi ekonomi dan keamanan tabungan mereka. Karena itu kami ingin menghadirkan forum yang sederhana dan mudah dipahami langsung dari BI, OJK, dan LPS agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” ujar Nur Rachmat.
Ia menjelaskan, konsep “Tiga Warna” melambangkan keberagaman perspektif yang disatukan untuk menghadirkan informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipercaya masyarakat.
“Media tidak hanya hadir menyampaikan berita cepat, tetapi juga harus memberi dampak edukatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Ina Maharani menilai ibu rumah tangga memiliki posisi penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
“Ibu rumah tangga saat ini bukan hanya mengatur kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi manajer keuangan keluarga. Karena itu penting menghadirkan edukasi yang aplikatif, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga mengenali hoaks ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Apriani Landa menjelaskan bahwa Tiga Warna Media Network ingin membangun ekosistem media yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Tiga Warna Media Network terdiri dari Luminasia.id, Karebanusa.com, dan Infokejadianmakassar.com. Kami ingin media hadir bukan sekadar memberitakan, tetapi juga membantu meningkatkan literasi publik, termasuk literasi keuangan keluarga,” ujar Apriani.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Bank Indonesia, OJK, LPS, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Kalla Toyota.
Sementara sponsor dan pendukung kegiatan di antaranya Indosat Ooredoo Hutchison, Tanjung Bunga, Kalla Group, Telkomsel, Kampoeng Kuliner, Solid Gold Berjangka, Asera Properti, Huabao, The Cantik Manis, Mall Phinisi Point, Coklatana, Mercure Hotels Makassar Nexa Pettarani, Hotel Claro Makassar, Swiss-Belinn Makassar, Hotel Aryaduta Makassar, Life Hospitality Hotel Group, BYD Haka, dan XLSMART.

