JAKARTA — Investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali menjadi perhatian pasar modal setelah tercatat membeli ratusan juta saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) di tengah penurunan harga saham emiten perkebunan milik Grup Salim tersebut.
Dilansir Kontan, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 21 Mei 2026, Lo Kheng Hong tercatat mulai masuk sebagai pemegang saham SIMP dengan kepemilikan mencapai 793,64 juta lembar saham atau setara 5,12 persen.
Aksi beli tersebut langsung menjadi sorotan pelaku pasar karena dilakukan saat harga saham SIMP tengah mengalami tekanan cukup dalam. Pada perdagangan Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saham SIMP berada di level Rp525 per saham setelah turun sekitar 38 persen dalam satu bulan terakhir.
Masuknya Lo Kheng Hong ke saham SIMP dinilai menarik karena investor yang dikenal dengan strategi value investing itu kerap membeli saham ketika harga berada di level rendah dan valuasi dianggap menarik.
SIMP sendiri merupakan perusahaan perkebunan dan minyak sawit yang berada di bawah kendali Grup Salim. Dalam struktur kepemilikan terbaru, Indofood Agri Resources Ltd masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 73,46 persen atau setara 11,38 miliar saham.
Sementara PT Indofood Sukses Makmur Tbk menggenggam sekitar 1,03 miliar saham atau 6,68 persen.
Di sisi lain, jumlah investor saham SIMP juga mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per April 2026, jumlah pemegang saham SIMP bertambah 2.308 investor.
Total investor saham SIMP naik dari 17.429 pemegang saham menjadi 19.737 pemegang saham pada akhir April 2026.
Kenaikan jumlah investor tersebut terjadi seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap saham SIMP setelah nama Lo Kheng Hong muncul dalam daftar pemegang saham perusahaan.
Selain pemegang saham pengendali, kepemilikan publik non-warkat tercatat mencapai sekitar 18,22 persen atau setara 2,82 miliar saham. Adapun kepemilikan publik warkat berada di kisaran 1,63 persen atau sekitar 253,62 juta saham.
Aksi Lo Kheng Hong memborong saham SIMP kembali memunculkan spekulasi bahwa investor senior tersebut melihat potensi jangka panjang pada sektor perkebunan dan minyak sawit, terutama setelah harga saham mengalami koreksi cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.

