LUMINASIA.ID, JAKARTA — Aksi akumulasi besar terjadi pada saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Pengendali perusahaan, PT Paraga Artamida, tercatat memborong 1,7 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
Dilansir investor.id, pembelian tersebut dilakukan pada 28 April 2026 dengan harga rata-rata Rp 880 per saham. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Paraga Artamida meningkat signifikan.
“Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Paraga Artamida di BSDE naik dari 40,53% menjadi 48,62%,” demikian dikutip dari ulasan Stockbit Sekuritas berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan.
Langkah ini terjadi di tengah kondisi harga saham BSDE yang masih tertekan. Pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), saham BSDE berada di level Rp 770 atau stagnan dibandingkan sesi sebelumnya. Dalam tiga bulan terakhir, saham ini tercatat turun sekitar 14,92%.
Dari sisi valuasi, saham BSDE tergolong murah. Price to book value (PBV) tercatat hanya 0,37 kali, sementara price to earnings ratio (PER) berada di kisaran 6,40 kali. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong aksi beli oleh pengendali.
Hingga saat ini, perusahaan belum merilis laporan keuangan kuartal I-2026 karena masih dalam proses audit. Namun, kinerja sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang solid.
BSDE membukukan laba bersih sebesar Rp 2,54 triliun dengan total pendapatan usaha mencapai Rp 12,7 triliun sepanjang tahun lalu.
Memasuki 2026, kinerja operasional juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, BSDE mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 2,54 triliun, atau setara 25% dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun.
Capaian tersebut tumbuh 5% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,43 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari segmen residensial yang menyumbang Rp 1,23 triliun atau 49% dari total prapenjualan. Segmen komersial menyumbang Rp 944,14 miliar (37%), sementara sisanya sebesar Rp 364,39 miliar (14%) berasal dari segmen lainnya.
Kinerja ini mencerminkan daya tahan sektor properti, khususnya residensial, di tengah dinamika ekonomi nasional.
Sebagai salah satu pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia, BSDE mengandalkan proyek unggulan BSD City yang terus menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

