LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan mendorong seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti program perkaderan Darul Arqam sebagai bagian dari penguatan ideologi, kepemimpinan, dan budaya Islami di lingkungan kampus.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pembukaan Darul Arqam Angkatan IV yang digelar di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Mei 2026 itu diikuti 114 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua lembaga, ketua program studi, hingga gugus kendali mutu fakultas.
Ketua Panitia, Akbar Ramli, mengatakan awalnya panitia mengundang 152 peserta. Namun hingga menjelang pembukaan, sebanyak 114 orang telah mengonfirmasi kehadiran.
“Peserta terdiri dari pimpinan universitas sampai pimpinan fakultas dan lembaga yang belum sempat mengikuti gelombang pertama dan kedua, ditambah pimpinan program studi dan GKM fakultas se-Unismuh Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh aktivitas perkaderan dipusatkan di kawasan Balai Sidang Muktamar dan akan dipandu instruktur dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah maupun Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Selain itu, panitia juga menerapkan konsep perkaderan ramah lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah selama kegiatan berlangsung.
“Semoga perkaderan kita ini berakhir tanpa ada sampah yang mesti diangkut keluar, tetapi semuanya bisa bernilai di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menyebut Darul Arqam Angkatan IV menjadi istimewa karena diikuti pimpinan lintas level, mulai dari rektor hingga sekretaris program studi.
Menurutnya, Darul Arqam bukan hanya ruang penguatan ideologi, tetapi juga wadah mempererat silaturahim dan membangun budaya Islami di lingkungan kampus.
“Darul Arqam ini pada hakikatnya adalah silaturahim, saling mengingatkan, saling memotivasi, dan saling memajukan antara satu dengan yang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan Unismuh juga merencanakan pelatihan instruktur nasional setelah pelaksanaan Darul Arqam tahap IV, termasuk Baitul Arqam khusus bagi tenaga layanan atau client service.
Sementara itu, Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Muhammad Saiful Saleh, menilai Darul Arqam penting dalam membentuk kompetensi akhlak, ibadah, dan kepemimpinan sivitas akademika.
“Setelah ikut Darul Arqam, saya impikan atmosfer kampus ini betul-betul Islami,” katanya.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan Muhammadiyah ingin melahirkan intelektual organik yang mampu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Muhammadiyah tidak ingin kader-kadernya menjadi intelektual tradisional yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Muhammadiyah ingin melahirkan intelektual organik yang hadir memberi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri agar hasil riset dosen tidak berhenti sebagai laporan akademik semata.
Ketua PWM Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menegaskan pengkaderan merupakan agenda strategis Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas.
Menurutnya, penguatan kader tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Universitas ini diharapkan melahirkan kader-kader yang kuat. Karena itu para pembina, mulai pimpinan sampai dosen dan karyawan, harus lebih kuat kompetensinya,” katanya.
Ia menambahkan seluruh unsur di perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab yang sama dalam proses kaderisasi.
“Kita semua mengkader. Jangan mengatakan tugas itu hanya milik pimpinan tertentu. Semua harus mengambil bagian melahirkan generasi yang kuat,” ujarnya.
Pembukaan Darul Arqam Angkatan IV ditandai dengan penyerahan simbolis peserta dari Wakil Rektor III kepada Master of Training, Imam Sumarlan, dilanjutkan penyematan kartu identitas peserta.

