LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Ketangguhan kendaraan Toyota tidak hanya dirasakan dalam hitungan tahun, tetapi juga menjadi pengalaman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Hal itu dirasakan Mahesa, seorang aparatur sipil negara (PNS) di Makassar kelahiran 1979, yang tumbuh bersama berbagai model Toyota sejak masa kecil hingga kini tetap mempercayakan mobilitas keluarganya kepada merek tersebut.
Bagi Mahesa, kenangan pertamanya dengan Toyota bahkan dimulai jauh sebelum keluarganya memiliki mobil sendiri. Saat masih kecil dan tinggal di Madiun, Jawa Timur, pada era 1980-an, ia kerap diajak berkeliling oleh pamannya menggunakan Toyota Land Cruiser Hardtop berwarna hijau.
Mobil legendaris itu meninggalkan kesan mendalam dalam ingatannya. Hingga kini, Mahesa mengaku masih mengingat betapa antusiasnya setiap kali diajak bepergian menggunakan kendaraan tersebut.
"Saya lahir tahun 1979. Waktu kecil di Madiun sekitar tahun 80-an, om saya punya Toyota Land Cruiser Hardtop warna hijau. Sampai sekarang saya masih ingat betapa senangnya kalau diajak jalan-jalan pakai mobil itu," kenangnya.
Menurut Mahesa, pengalaman masa kecil tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat Toyota selalu memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
Memasuki masa remaja, kedekatannya dengan Toyota semakin kuat. Saat duduk di bangku SMA sekitar tahun 1997, orang tuanya yang juga berprofesi sebagai PNS memiliki Toyota Kijang berwarna biru yang menjadi kendaraan andalan keluarga.
Mobil tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan sehari-hari hingga liburan bersama keluarga ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Dari kendaraan itulah Mahesa mulai mengenal kenyamanan dan ketangguhan mobil Toyota secara langsung.
"Saya tumbuh bersama Toyota. Waktu SMA sekitar tahun 1997, orang tua saya punya Kijang warna biru. Mobil itu sering dipakai jalan-jalan bersama keluarga dan menemani berbagai aktivitas kami. Saya juga belajar menyetir mobil pertama ya pakai itu," kata Mahesa.
Memasuki kelas 3 SMA, ia mulai belajar mengemudi menggunakan Kijang tersebut. Pengalaman mengendarai mobil keluarga menjadi salah satu momen yang masih diingatnya hingga sekarang.
Seiring bertambahnya kebutuhan keluarga, pada 2009 kendaraan tersebut kemudian diganti dengan beberapa merk lain, sampai akhirnya kembali ke Toyota Kijang Innova matic.
Dengan kabin yang lebih luas dan kapasitas yang lebih besar, Innova menjadi kendaraan utama keluarga untuk berbagai perjalanan maupun mendukung aktivitas pekerjaan sang ayah.
"Ketika berganti ke Innova, terasa lebih nyaman karena lebih besar dan lega. Dipakai untuk jalan keluarga maupun mendukung aktivitas kantor ayah saya. Saya juga sudah kerja saat itu, sekali-sekalai pakai," tuturnya.
Pengalaman panjang menggunakan berbagai model Toyota membuat Mahesa tidak ragu ketika membangun keluarga sendiri. Pada 2015, ia memutuskan membeli Toyota Agya sebagai kendaraan keluarga kecilnya.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Selain telah terbukti tangguh, Toyota juga dikenal memiliki biaya perawatan yang terjangkau, jaringan bengkel yang luas, ketersediaan suku cadang yang mudah ditemukan, serta nilai jual kembali yang tetap tinggi.
"Waktu sudah berkeluarga sendiri, saya memilih Toyota Agya. Alasannya karena sudah terbukti awet, sparepart mudah didapat, perawatannya gampang, dan harga jual kembalinya juga bagus," jelasnya.
Cerita serupa datang dari Nur, seorang karyawan swasta di Makassar. Kepercayaannya terhadap Toyota dibuktikan melalui Toyota Avanza yang dibelinya pada 2014 dan masih digunakan hingga sekarang.
Selama lebih dari 12 tahun, kendaraan tersebut tetap menjadi andalan keluarga untuk berbagai aktivitas, termasuk perjalanan jarak jauh ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
"Mobil pertama keluarga saya Toyota Avanza awal tahun 2014. Sampai sekarang masih digunakan dan kondisinya masih sangat baik," kata Nur.
Avanza miliknya rutin digunakan untuk perjalanan pulang-pergi Makassar-Soppeng. Bahkan, kendaraan tersebut pernah dibawa melakukan perjalanan darat hingga Kota Palu.
Menurut Nur, meski sering digunakan untuk perjalanan jauh, kendaraan tersebut tetap memberikan performa yang baik tanpa mengalami kerusakan berarti.
"Mobil ini sering dipakai keluar kota, terutama ke Soppeng, menjenguk orang tua yang tinggal di sana. Pernah juga saya bawa sampai Palu. Sampai sekarang masih nyaman dipakai dan tidak pernah ada kerusakan besar," ujarnya.
Ia menilai salah satu keunggulan Toyota adalah kemudahan perawatan yang dirasakan pemilik kendaraan. Selain suku cadang yang mudah ditemukan, biaya perawatan juga relatif terjangkau dibandingkan manfaat yang diperoleh.
"Perawatannya mudah, sparepart selalu tersedia, dan harganya masih terjangkau. Itu yang membuat saya tetap nyaman menggunakan Toyota sampai sekarang," katanya.
Meski usia kendaraan telah melewati satu dekade, Nur mengaku belum memiliki rencana mengganti mobil tersebut dalam waktu dekat. Menurutnya, performa Avanza masih sangat baik dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas keluarganya.
"Sampai sekarang masih awet dan tidak ada kerusakan berarti. Karena masih sangat layak digunakan, saya masih akan terus memakainya," tutup Nur.
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, beberapa waktu lalu mengatakan, jika dianalogikan sebagai instrumen investasi, Toyota memiliki karakteristik yang mampu menjaga nilainya dalam jangka waktu panjang, layaknya aset yang tetap diminati pasar.
"Salah satu faktor utamanya adalah layanan servis atau bengkel Toyota yang ada di mana-mana. Sehingga history servis dari unit tersebut dapat tetap terjaga meskipun berada di luar kota sekalipun. Selain itu faktor kualitas dan durability yang menjadi salah satu faktor kepercayaan masyarakat terhadap unit Toyota," ujar Suliadin.
Selain itu, kualitas produk yang konsisten serta ketangguhan kendaraan Toyota dalam berbagai kondisi penggunaan juga menjadi alasan mengapa kendaraan merek tersebut tetap memiliki peminat yang tinggi di pasar mobil bekas.
Suliadin menambahkan, kualitas produk tidak dapat dipisahkan dari layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang. Menurutnya, ketiga aspek tersebut memiliki kontribusi besar dalam menjaga kepercayaan pelanggan terhadap Toyota.
"Tentu perannya sangat besar. Karena hal tersebutlah yang membuat masyarakat percaya dengan Toyota. Layanan yang terbaik mulai dari kualitas produk, layanan purnajual, hingga ketersediaan suku cadang menjadi poin utama yang disiapkan Toyota untuk mendukung tercapainya nilai jual kembali Toyota itu tetap tinggi dan stabil," katanya.
Kepercayaan masyarakat terhadap Toyota, lanjut dia, tidak dibangun dalam waktu singkat. Toyota terus menjaga kualitas layanan dan produknya agar setiap generasi kendaraan tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Karena itu, setiap produk yang diluncurkan tidak hanya menawarkan teknologi dan fitur terbaru, tetapi juga didukung oleh layanan yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan selama masa kepemilikan kendaraan.
(*)

