LUMINASIA.ID, GOWA — Rutinitas mengantar jemput anak sekolah dengan jarak tempuh yang berdekatan dari rumah kerap membuat para orang tua abai terhadap standar keselamatan berkendara.
Kesalahan fatal yang paling sering ditemui adalah keengganan menggunakan helm.
Guna menekan risiko kecelakaan di jalan raya, Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Wanny, membagikan sejumlah edukasi dan tips penting kepada puluhan orang tua murid SMAN 20 Gowa, Rabu (22/7/2026).
Dalam pemaparannya, Wanny membagikan tiga poin krusial yang wajib diperhatikan oleh pengendara sepeda motor, meskipun hanya berkendara dalam jarak dekat:
1. Hapus Mitos "Jarak Dekat Pasti Aman"
Wanny menyoroti pola pikir masyarakat yang masih menganggap penggunaan helm hanya berlaku untuk perjalanan jauh. Padahal, ancaman kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan dan di mana saja tanpa melihat jarak tempuh.
"Kami ingin mengingatkan bahwa helm bukan digunakan untuk mencegah kecelakaan, melainkan untuk mengurangi risiko fatal ketika kecelakaan benar-benar terjadi. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memakai helm hanya karena jarak tempuh dekat," tegasnya.
2. Gunakan Riding Gear yang Lengkap
Selain kewajiban mengenakan helm berstandar SNI, Wanny juga mengedukasi peserta mengenai pentingnya perlengkapan berkendara (riding gear) tambahan. Ia menyarankan para orang tua untuk membiasakan diri memakai jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Seluruh elemen ini berfungsi sebagai pelindung ekstra yang sangat efektif untuk meminimalisasi luka lecet atau cedera serius apabila pengendara terjatuh.
3. Biasakan Disiplin Persiapan
Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada skill atau kemampuan bermanuver di atas motor. Menurut Wanny, kedisiplinan dalam mempersiapkan diri sebelum mesin dihidupkan adalah kunci utama. Mengecek kelengkapan diri dan mematuhi aturan lalu lintas sekecil apa pun akan memberikan perlindungan yang jauh lebih besar bagi pengendara maupun penumpang di belakangnya.
Melalui penerapan tips sederhana ini di kehidupan sehari-hari, diharapkan para orang tua dapat menciptakan kebiasaan positif setiap kali menggunakan sepeda motor, sekaligus memberikan contoh berlalu lintas yang baik bagi anak-anak.


