Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Dharma Wanita Distaru Dorong Budaya Pilah Sampah dari Rumah, Dukung Aturan Baru Pemkot Makassar

Jumat, 24 Juli 2026 16:49
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Zainal Abidin (tengah), menyerahkan secara simbolis buku registrasi Bank Sampah kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Adriana Fuad (kedua dari kanan), disaksikan Penyuluh TPS3R Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ria (kiri), usai sosialisasi pemilahan sampah, Jumat (24/7/2026).

 

LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Penataan Ruang Kota Makassar menggelar sosialisasi pemilahan sampah yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin arisan bulanan, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua DWP Distaru Makassar, Adriana Fuad tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai 1 Agustus 2026 hanya menerima sampah residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Hadir juga dalam kesempatan ini Sekretaris Distaru Makassar, Zainal Abidin. Sebagai pembicara Penyuluh TPS3R Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ria.

Sosialisasi yang diikuti pengurus, anggota DWP, dan staf itu bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pemilahan sampah sejak dari sumber agar masyarakat siap menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baru.

Dalam wawancara dengan media Ketua DWP Adriana Fuad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, sosialisasi sengaja dipadukan dengan pertemuan rutin arisan agar anggota tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui sosialisasi ini kami ingin seluruh peserta mengenal jenis-jenis sampah sehingga bisa memilahnya dengan benar. Dengan begitu, kita ikut membantu Pemerintah Kota Makassar, menjaga lingkungan, dan mendorong pengelolaan sampah, terutama yang berasal dari rumah tangga," ujar Adriana.

Ia menjelaskan, sosialisasi menghadirkan penyuluh dari kecamatan untuk memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, teknik pemilahan, pengolahan sampah, hingga pengelolaannya melalui bank sampah.

Menurut Adriana, edukasi tersebut penting karena masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menjadi contoh di lingkungan masing-masing setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

"Mungkin ada yang sudah mempraktikkannya di rumah, ada yang masih ragu, bahkan mungkin masih malas memilah sampah. Mudah-mudahan setelah mengikuti sosialisasi ini kita semua bisa berubah dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Adriana menambahkan, setiap pertemuan rutin DWP selalu diisi dengan materi yang memberikan manfaat bagi anggota.

Sebelumnya DWP mengangkat tema pencegahan stunting, sedangkan kali ini difokuskan pada pemilahan sampah sebagai persiapan menghadapi kebijakan baru pengelolaan sampah di Kota Makassar.

Sementara itu, Sekretaris Distaru Makassar, Andi Zainal Abidin, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan perubahan kebiasaan dalam mengelola sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga dan tempat kerja.

Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai justru dapat memberikan manfaat apabila dipilah dan dikelola melalui bank sampah.

"Selama ini sampah sering dianggap tidak memiliki nilai. Padahal jika dipilah dan dikelola dengan baik, sampah dapat memiliki nilai ekonomi. Memang mengubah kebiasaan ini tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus dimulai bersama-sama," ujarnya.

Ia berharap keberadaan bank sampah tidak hanya mendukung kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara tertib.

"Melalui bank sampah ini kami ingin membuktikan bahwa sampah juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan organisasi jika dikelola dengan baik. Namun yang paling penting bukan semata-mata nilai ekonominya, melainkan bagaimana kita menciptakan lingkungan rumah dan kantor yang bersih, rapi, serta membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Zainal Abidin juga menyerahkan secara simbolis buku rekening Bank Sampah kepada Ketua DWP Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Adriana Fuad.

Buku rekening tersebut selanjutnya akan dibagikan kepada seluruh anggota DWP sebagai langkah awal mendorong mereka menjadi nasabah bank sampah sehingga hasil pemilahan sampah dapat tercatat dan memiliki nilai ekonomi.

Penyuluh TPS3R Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ria, kemudian memaparkan materi mengenai kebijakan pengelolaan sampah yang menjadi dasar penerapan sistem pemilahan sampah di Kota Makassar.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

"Mulai 1 Agustus nanti, yang masuk ke TPA hanya sampah residu. Karena itu masyarakat harus mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu," jelas Ria.

Ria menerangkan, sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan.

Sementara itu, sampah anorganik meliputi plastik, kertas, logam, kaca, kain, serta berbagai material lain yang masih dapat didaur ulang maupun memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah.

"Sedangkan sampah residu adalah sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau didaur ulang lagi, seperti popok sekali pakai, pembalut, dan puntung rokok. Jenis sampah inilah yang nantinya dibawa ke TPA," ujar Ria.

Dalam pemaparannya, Ria juga mengajak peserta menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, terutama plastik.

Reuse dilakukan dengan menggunakan kembali barang yang masih layak pakai.

Sementara Recycle dilakukan melalui pengolahan sampah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ria juga memaparkan cara pendaftaran Bank Sampah serta cara menukar sampah menjadi uang di bank sampah.

Tags: distaru Makassar dinas penataan ruang Pemkot Makassar bank sampah

Baca Juga

Distaru Makassar Luncurkan Inovasi Railing Besi, Awasi Pelanggaran Tata Ruang Berbasis Digital
Distaru Makassar Luncurkan Inovasi Railing Besi, Awasi Pelanggaran Tata Ruang Berbasis Digital
TPA Tamangapa Mulai 1 Agustus Hanya Terima Residu!
TPA Tamangapa Mulai 1 Agustus Hanya Terima Residu!
Respons Aduan Lontara Plus, Pemkot Makassar Padamkan Kebakaran Akibat Bakar Sampah di Jalan Dr Leimena
Respons Aduan Lontara Plus, Pemkot Makassar Padamkan Kebakaran Akibat Bakar Sampah di Jalan Dr Leimena
Muhammad Nasir Rurung Ajak Semua Pihak Perkuat Peran Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba
Muhammad Nasir Rurung Ajak Semua Pihak Perkuat Peran Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba
PDAM Makassar Pastikan Lonjakan Tagihan Pelanggan Bara-Baraya Utara Berdasarkan Hasil Baca Meter, Bukan Kenaikan Tarif
PDAM Makassar Pastikan Lonjakan Tagihan Pelanggan Bara-Baraya Utara Berdasarkan Hasil Baca Meter, Bukan Kenaikan Tarif
UNIQLO Neighborhood Collaboration Hadirkan Produk UMKM di Gerai TSM, Aliyah Mustika Ilham Apresiasi
UNIQLO Neighborhood Collaboration Hadirkan Produk UMKM di Gerai TSM, Aliyah Mustika Ilham Apresiasi

Populer

  • 1
    SD Islam Athirah Bone Sukses Torehkan 24 Prestasi hingga Tingkat Nasional
  • 2
    Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
  • 3
    Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026
  • 4
    IKA SMANSA Makassar Semarakkan HUT ke-76, Gelar SMAnSA Run dan Gerak Jalan Santai
  • 5
    TPA Tamangapa Mulai 1 Agustus Hanya Terima Residu!

Ekonomi

  • JNE Anugerahkan 77 Pemenang Content Competition 2026, Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Anak Bangsa
    JNE Anugerahkan 77 Pemenang Content Competition 2026, Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Anak Bangsa
  • Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal yang Transparan dan Berkelanjutan
    Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal yang Transparan dan Berkelanjutan
  • Ini 5 Tips Investasi untuk Pemula, Belajar Dulu Baru Trading
    Ini 5 Tips Investasi untuk Pemula, Belajar Dulu Baru Trading

Peristiwa

  • Kortas Tipidkor Kembali Klarifikasi Eks Wakapolri Oegroseno Terkait Kasus Lahan Sepolwan
    Kortas Tipidkor Kembali Klarifikasi Eks Wakapolri Oegroseno Terkait Kasus Lahan Sepolwan
  • Hiace Tabrak Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
    Hiace Tabrak Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
  • Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Proyek Morowali
    Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Proyek Morowali
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID