LUMINASIA.ID, MAKASSAR – KALLA Land & Property resmi memulai pembangunan kawasan hunian Oase Tanjung melalui prosesi groundbreaking di kawasan Tanjung, Makassar, Senin (29/6/2026).
Tepatnya di Jl Manunggal 22, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar
Proyek seluas hampir 34 hektare tersebut ditargetkan menjadi green township keempat di Indonesia sekaligus yang pertama di kawasan Indonesia Timur, dengan mengusung konsep kota hijau berkelanjutan dan 15-Minute City.
Tahap awal pembangunan mencakup lahan seluas 5 hektare yang akan menghadirkan lebih dari 100 unit rumah di klaster perdana D'Casa.
Baca: Kalla Land Bangun Perumahan di Tanjung, Groundbreaking Juni 2026 dan Launching November
Kawasan ini lengkap dengan fasilitas pendukung seperti club house, area komersial, dan minimarket. Pengembangan kawasan ini diharapkan menjadi standar baru hunian modern yang menggabungkan kenyamanan, keberlanjutan lingkungan, konektivitas, dan nilai investasi.
Chief Executive Officer KALLA Land & Property, Ricky Theodores, dalam sambutannya mengatakan Oase Tanjung merupakan proyek yang dipersiapkan selama lebih dari dua tahun dengan melibatkan konsultan nasional maupun internasional guna menghadirkan kawasan hunian berkelas di Indonesia Timur.
"Kami sangat bersyukur. Setelah lebih dari 30 tahun mengembangkan kawasan perumahan di Antang, hari ini kami memiliki tonggak sejarah baru dengan memulai pembangunan kawasan Oase Tanjung seluas kurang lebih 34 hektare," ujar Ricky.
Ia menjelaskan, konsep yang diterapkan tidak sekadar membangun rumah, tetapi menciptakan ekosistem hunian yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui empat pilar utama, yakni kualitas hunian, lingkungan, konektivitas, dan investasi.
Menurut Ricky, konsep green township memiliki standar yang lebih komprehensif dibanding green building karena memperhatikan keberlanjutan kawasan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga operasional.
"Green building mungkin sudah banyak dikenal, tetapi green township memiliki standar yang jauh lebih kompleks. Kami ingin menghadirkan kawasan yang benar-benar memperhatikan aspek keberlanjutan sejak tahap perencanaan hingga operasionalnya," katanya.
Konsep tersebut diterapkan melalui pengelolaan air hujan, sistem daur ulang, efisiensi energi, hingga penataan lanskap yang mampu menurunkan suhu lingkungan sehingga penggunaan pendingin ruangan dapat lebih hemat energi.
Sebagai ruang publik, Oase Tanjung juga akan menghadirkan ruang terbuka hijau yang luas dengan lintasan jogging sekitar 2,5 kilometer dalam satu putaran. Area tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas olahraga, bersepeda, hingga menjadi ruang bermain bagi anak-anak.
"Penghuni nantinya cukup keluar rumah dan langsung menikmati ruang terbuka hijau. Satu putaran lintasan sekitar 2,5 kilometer, sehingga jika ingin berlari 10 kilometer tinggal mengelilinginya empat kali," jelasnya.
Tak hanya itu, kawasan ini juga mengadopsi konsep 15-Minute City, di mana berbagai kebutuhan utama penghuni seperti tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, hingga area rekreasi dapat dijangkau dalam waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki maupun bersepeda.
"Kami ingin penghuni dapat mengakses tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan hingga area rekreasi hanya dalam waktu sekitar 15 menit tanpa harus bergantung pada kendaraan bermotor," ungkap Ricky.
Pengembangan Oase Tanjung akan dilakukan dalam empat tahap. Groundbreaking yang dilaksanakan pada Senin menjadi awal pembangunan tahap pertama seluas sekitar lima hektare yang akan difokuskan pada pembangunan klaster D'Casa beserta fasilitas penunjangnya.
Baca: Barasuara Tampil di Puncak HUT ke-8 NIPAH PARK, Sukses Tembus 11 Ribu Pengunjung
Ricky optimistis Oase Tanjung akan menjadi ikon kawasan hunian baru di Makassar yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga mendukung pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan.
"Kami berharap groundbreaking hari ini menjadi tonggak awal perjalanan panjang untuk mewujudkan kawasan baru di Kota Makassar yang mengedepankan sustainability dan menghadirkan standar baru urban living di Indonesia Timur," tutupnya.

