Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

AS Kembali Kirim Dolar ke Irak, Tekanan terhadap Baghdad Mulai Dilonggarkan

Jumat, 3 Juli 2026 14:59
Editor: diku
  • Bagikan
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Baghdad

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Pemerintah Amerika Serikat kembali melanjutkan sebagian pengiriman uang tunai dalam bentuk dolar AS ke Irak setelah sebelumnya menghentikan aliran dana tersebut selama beberapa bulan. Langkah ini menandai pelonggaran sebagian tekanan Washington terhadap Baghdad yang sebelumnya dilakukan untuk mendorong pemerintah Irak mengambil jarak dari Iran.

Menurut dua ajudan Perdana Menteri Irak, keputusan tersebut mengakhiri penghentian pengiriman dolar yang dimulai pada April 2026. Saat itu, pemerintahan Presiden Donald Trump membekukan distribusi dolar ke perekonomian Irak yang masih sangat bergantung pada transaksi tunai.

Kebijakan tersebut tergolong tidak biasa mengingat Amerika Serikat dan Irak merupakan sekutu yang telah menjalin hubungan strategis selama bertahun-tahun.

Selain menghentikan pengiriman dolar, pejabat Irak sebelumnya mengungkapkan bahwa Washington juga menangguhkan kerja sama dan pendanaan bagi sejumlah layanan keamanan Irak. Seorang pejabat Irak yang enggan disebutkan namanya mengatakan kebijakan tersebut hingga kini masih belum dicabut.

Tekanan Politik terhadap Pemerintah Baru Irak

Penghentian aliran dolar dilakukan ketika Irak sedang berada dalam proses memilih perdana menteri baru. Pada saat itu, Amerika Serikat berupaya mencegah munculnya kandidat yang dianggap terlalu dekat dengan Iran.

Washington juga mendesak pemerintah Irak agar mengambil langkah lebih tegas terhadap kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran. Milisi-milisi tersebut beroperasi sebagian besar di luar kendali penuh pemerintah dan dalam beberapa kesempatan pernah melancarkan serangan terhadap kepentingan maupun personel Amerika Serikat di Irak.

Perdana Menteri baru Irak, Ali al-Zaidi, belakangan diketahui telah mengambil sejumlah langkah untuk membatasi pengaruh milisi-milisi tersebut di dalam negeri.

Pemerintah Irak Pastikan Pengiriman Dolar Kembali Berjalan

Juru bicara Perdana Menteri Irak, Haider al-Aboudi, memastikan bahwa pengiriman dolar dari Amerika Serikat telah kembali dilakukan.

"Pengiriman dolar ke Irak telah kembali dilakukan. Permasalahan tersebut telah diselesaikan," ujar Haider al-Aboudi.

Pernyataan itu juga dikonfirmasi oleh penasihat keuangan perdana menteri, Mudhar Muhammad Salih, yang membenarkan bahwa proses transfer dana telah kembali berlangsung.

Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui pembahasan diplomatik antara kedua negara mengatakan pemerintah Amerika Serikat juga telah mengonfirmasi dimulainya kembali pengiriman tersebut.

Namun, menurut sumber tersebut, besaran dan waktu pengiriman dolar tetap akan mempertimbangkan kebutuhan Bank Sentral Irak, kondisi keamanan, serta kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan sistem keuangan untuk aktivitas ilegal.

Kerja Sama Keamanan Masih Belum Pulih

Meski aliran dolar kembali dibuka, belum semua bentuk kerja sama antara Washington dan Baghdad dipulihkan.

Menurut pejabat Irak yang mengetahui persoalan tersebut, penghentian bantuan serta kerja sama terhadap layanan keamanan Irak masih tetap berlaku. Artinya, hubungan kedua negara masih berada dalam tahap penyesuaian meskipun salah satu instrumen tekanan ekonomi telah mulai dilonggarkan.

Keputusan melanjutkan pengiriman dolar dipandang sebagai sinyal bahwa komunikasi antara Washington dan pemerintahan baru Irak mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, Amerika Serikat tampaknya masih mempertahankan sejumlah instrumen tekanan lain sembari terus memantau langkah Baghdad dalam mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata yang memiliki kedekatan dengan Iran.

Tags: Iraq dan AS

Populer

  • 1
    LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
  • 2
    Ini Cara Aktifkan Fitur Username WhatsApp, Pilih Namamu Sebelum DIambil Orang
  • 3
    Market Share Toyota Diprediksi Tembus 40 Persen Juni 2025, SPK Capai 1.852 Unit
  • 4
    Recruitment Pertamina 2026 Resmi Dibuka, Tersedia Lebih dari 400 Posisi Magang untuk Fresh Graduate
  • 5
    Pertamina Patra Niaga Operasikan Fuel Terminal 24 Jam, Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar

Ekonomi

  • Ini Cara Aktifkan Fitur Username WhatsApp, Pilih Namamu Sebelum DIambil Orang
    Ini Cara Aktifkan Fitur Username WhatsApp, Pilih Namamu Sebelum DIambil Orang
  • LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
    LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
  • Kalla Toyota Pecah Rekor Penjualan Juni 2026, Awali Juli dengan Event Hybrid Eco Match di Makassar
    Kalla Toyota Pecah Rekor Penjualan Juni 2026, Awali Juli dengan Event Hybrid Eco Match di Makassar

Peristiwa

  • Martinez Tegaskan Tak Ada Keberuntungan di Balik Lolosnya Portugal, Dalic: VAR Membunuh Emosi Sepak Bola
    Martinez Tegaskan Tak Ada Keberuntungan di Balik Lolosnya Portugal, Dalic: VAR Membunuh Emosi Sepak Bola
  • Polisi Aktif Jadi Tersangka Korupsi MBG, Polri Tegaskan Dukung Proses Hukum Kejagung
    Polisi Aktif Jadi Tersangka Korupsi MBG, Polri Tegaskan Dukung Proses Hukum Kejagung
  • AS Kembali Kirim Dolar ke Irak, Tekanan terhadap Baghdad Mulai Dilonggarkan
    AS Kembali Kirim Dolar ke Irak, Tekanan terhadap Baghdad Mulai Dilonggarkan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID