LUMINASIA.ID, Jakarta – Timnas Mesir mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti. Usai laga, pelatih Hossam Hassan mendedikasikan kemenangan tersebut kepada rakyat Palestina.
Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Jumat (3/7) waktu setempat.
Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (4/7/2026), Hossam Hassan menyampaikan doa dan dukungannya kepada rakyat Palestina dalam konferensi pers setelah pertandingan. "Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada mereka, rakyat Palestina. Semoga Allah mengampuni para syuhada mereka," kata Hassan.
Pelatih berusia 59 tahun itu juga menegaskan bahwa kemenangan bersejarah Mesir bukan hanya dipersembahkan untuk negaranya, tetapi juga bagi rakyat Palestina. "Saya mempersembahkan kemenangan ini kepada rakyat Mesir dan rakyat Palestina, orang-orang yang baik dan terhormat," ujarnya.
Usai pertandingan, Hassan terlihat membawa dan membentangkan bendera Mesir serta Palestina di tengah lapangan sebagai simbol solidaritas. Sementara para pemain Mesir bersujud di lapangan sebagai ungkapan syukur setelah memastikan langkah ke babak 16 besar.
Aksi tersebut mendapat perhatian luas dari publik, termasuk masyarakat Palestina yang mengikuti pertandingan dari berbagai wilayah.
Sejumlah warga Palestina mengungkapkan kegembiraan mereka melalui media sosial. Salah satunya adalah Tamer Nahed, warga Gaza, yang mengaku merasakan antusiasme berbeda selama Piala Dunia tahun ini. "Untuk pertama kalinya, saya mengikuti Piala Dunia dengan antusiasme sebesar ini," tulis Tamer Nahed melalui akun X miliknya.
Dalam unggahan lainnya, ia menggambarkan suasana emosional ketika banyak warga Palestina keluar dari tenda pengungsian maupun rumah-rumah yang telah hancur akibat perang untuk menyaksikan pertandingan Mesir. "Saya sangat senang melihat Mesir menang. Namun pemandangan yang paling indah adalah ribuan orang keluar dari tenda mereka dan dari antara rumah-rumah yang hancur untuk menonton pertandingan," tulisnya.
Keberhasilan Mesir melaju ke babak 16 besar menjadi pencapaian terbaik negara Afrika Utara tersebut dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, sekaligus menghadirkan momen emosional yang dirayakan oleh banyak pendukung, termasuk masyarakat Palestina.

