LUMINASIA.ID, JAKARTA – PT Sucofindo menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan di tingkat desa melalui Program Srikandi Jaga Desa yang diinisiasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Program tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai penggerak pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat sekaligus menjadi salah satu faktor penting bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat, yang turut berkontribusi terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan," ujar Sandry Pasambuna dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Peluncuran Program Srikandi Jaga Desa dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Reda Manthovani, Ketua Dewan Pembina DPP Srikandi Jaga Desa Hashim Djojohadikusumo, serta Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna.
Program Srikandi Jaga Desa dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa agar mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan. Melalui program tersebut, perempuan didorong memperkuat kepemimpinan, meningkatkan literasi, mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa guna menciptakan desa yang maju dan berdaya saing.
Kehadiran Sucofindo dalam peluncuran program tersebut menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilar penting pembangunan nasional.
Menurut Sandry, pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan sinergi berbagai pihak dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perempuan yang berperan langsung di tingkat akar rumput.
"Oleh karena itu, Program Srikandi Jaga Desa melalui peran perempuan diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan dan memperkuat kapasitas masyarakat," katanya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif ABPEDNAS yang menghadirkan Program Srikandi Jaga Desa karena dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa.
Sebagai perusahaan penyedia layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), Sucofindo menyatakan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan nasional. Berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Sucofindo merupakan perusahaan inspeksi pertama di Indonesia yang berdiri pada 22 Oktober 1956. Saat ini perusahaan tergabung dalam holding BUMN Jasa Survei PT IDSurvey bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia dan PT Surveyor Indonesia.
Awalnya, Sucofindo berfokus pada layanan pemeriksaan dan pengawasan perdagangan guna mendukung kelancaran arus barang serta pengamanan devisa negara. Seiring perkembangan usaha, perusahaan memperluas layanan ke bidang laboratorium analitis, keteknikan, audit, sertifikasi, asesmen, konsultansi, pelatihan, hingga berbagai layanan penunjang di sektor pertanian, kehutanan, minyak dan gas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan terbarukan, serta teknologi informasi.
Saat ini Sucofindo memiliki 95 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia dan didukung oleh 68 laboratorium untuk menghadirkan layanan yang cepat, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

