LUMINASIA.ID, JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia resmi meluncurkan program XLSMART Future Ready, sebuah ekosistem pengembangan talenta digital yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi angkatan kerja dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Melalui program ini, XLSMART menargetkan menjangkau satu juta talenta muda Indonesia, menerbitkan 10.000 sertifikat pelatihan, serta membuka sedikitnya 1.000 kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri sebagai upaya mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap menghadapi era transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai mampu menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Baca: Kadis Kominfo Makassar Apreasi Bincang Ekonomi Tiga Warna, Nilai Ibu-ibu Wajib Tahu Keuangan Digital
"Transformasi dunia kerja membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi komitmen XLSMART yang menghadirkan Future Ready sebagai program pengembangan talenta digital yang tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap dunia kerja melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri," ujar Yassierli.
Menurutnya, pendekatan yang menghubungkan proses pembelajaran dengan peluang kerja merupakan langkah yang relevan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan lebih banyak talenta digital Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan siap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif, namun kesiapan kompetensi tenaga kerja dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan industri yang bergerak semakin cepat.
Berbagai studi menunjukkan sekitar 90 persen pekerjaan masa depan membutuhkan keterampilan digital dasar, sementara tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih mengalami kesulitan memperoleh talenta digital yang siap bekerja.
Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi di bidang Artificial Intelligence (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, digital engineering, hingga teknologi jaringan juga terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Menjawab tantangan tersebut, Future Ready menghadirkan pendekatan end-to-end yang menghubungkan pembelajaran digital, peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, mentoring bersama praktisi, program magang, hingga akses terhadap peluang kerja dalam satu ekosistem terpadu.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan transformasi digital tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya secara optimal.
Baca: XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
"Indonesia tidak kekurangan program pelatihan. Yang dibutuhkan saat ini adalah program yang mampu menghubungkan pembelajaran dengan peluang kerja yang nyata. Itulah alasan kami menghadirkan Future Ready sebagai program CSR flagship terbaru XLSMART yang menjembatani perjalanan peserta dari learning to earning," kata Rajeev Sethi.
Ia menjelaskan, melalui Future Ready, peserta akan memperoleh pengalaman belajar yang terintegrasi mulai dari pelatihan digital, peningkatan kompetensi, sertifikasi industri, pendampingan oleh praktisi, pengalaman magang, hingga akses rekrutmen melalui perusahaan-perusahaan mitra.
Rajeev menegaskan XLSMART menargetkan sedikitnya 1.000 talenta muda Indonesia dapat memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
Selain menyasar para pencari kerja, program tersebut juga memberikan manfaat bagi dunia usaha karena menyediakan talent pool yang telah dipersiapkan sesuai kebutuhan industri sehingga perusahaan lebih mudah memperoleh tenaga kerja yang siap pakai.
Saat ini Future Ready telah menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya ZTE dan Eka Tjipta Foundation, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kolaboratif yang akan terus diperluas.
Peluncuran Future Ready juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara XLSMART dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai langkah memperkuat sinergi dalam pengembangan talenta digital nasional.
Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, mengatakan seluruh tahapan Future Ready disusun berdasarkan kebutuhan industri agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki jalur karier yang lebih jelas.
"Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi dengan perusahaan, institusi pendidikan, penyedia teknologi, platform pembelajaran, komunitas, serta mitra rekrutmen agar semakin banyak masyarakat Indonesia memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memiliki jalur karier yang lebih jelas setelah menyelesaikan program. Kami ingin Future Ready menjadi jembatan yang mempertemukan talenta digital Indonesia dengan peluang kerja yang terus berkembang di berbagai sektor," ujar Jeremiah Ratadhi.

