LUMINASIA.ID, Jakarta – Kemunculan sejumlah pria berambut cepak yang mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (8/7) malam memicu perhatian publik. Selain rombongan tersebut, rekaman video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan beberapa orang berpakaian sipil yang diduga datang bersama mereka.
Dilansir Detik, dalam video yang beredar pada Kamis (9/7), sedikitnya empat pria berpakaian sipil tampak berada di lokasi bersama rombongan pria berambut cepak. Pria pertama mengenakan kemeja berwarna krem dan membawa tas selempang hitam. Ia juga terlihat merekam situasi di sekitar menggunakan telepon genggamnya.
Sementara itu, tiga pria lainnya masing-masing mengenakan kemeja hitam, kemeja cokelat muda, dan kaus putih. Mereka terlihat berdiri di sekitar rombongan pria berambut cepak yang mengenakan pakaian loreng hijau dan membawa senjata.
Beredarnya video tersebut memunculkan spekulasi bahwa rombongan tersebut merupakan personel TNI. Namun, TNI membantah adanya pengerahan prajurit ke Polda Metro Jaya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan tidak ada pengerahan anggota TNI bersenjata ke Markas Polda Metro Jaya. Menurutnya, TNI tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Tidak benar TNI mendatangi Polda," kata Muhammad Nas.
Ia juga membantah informasi yang menyebut ada personel dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang terlibat dalam rombongan tersebut.
"Itu sangat nggak mungkin. Kalau ada kasus pasti TNI sangat menghargai proses. Lagian kalau ada yang mengaku sebagai personel BAIS, diragukan kebenarannya," ujarnya.
Video tersebut menjadi viral setelah aparat dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di Kafe de'Clan Signature, sebuah money changer, serta sebuah rumah mewah di kawasan Sentul. Penggeledahan itu dilakukan dalam rangka penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.
Dalam operasi tersebut, penyidik menyita sedikitnya 74 kilogram emas serta uang tunai senilai ratusan miliar rupiah dalam berbagai mata uang. Kasus itu kini masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian.
Hingga saat ini belum diketahui identitas empat pria berpakaian sipil yang terlihat berada bersama rombongan pria berambut cepak tersebut. Aparat juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keberadaan mereka dalam video yang beredar.



