Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Hiburan

Taman Wisata Puncak Bila Sidrap Rayakan HUT ke-15, Usung Semangat Maju, Lestari, dan Berkarakter

Selasa, 14 Juli 2026 17:12
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Taman Wisata Puncak Bila merayakan HUT ke-15


LUMINASIA.ID, SIDRAP — Taman Wisata Puncak Bila Sidrp memasuki usia ke-15 tahun dengan mengusung tema  15 Tahun Taman Wisata Puncak Bila: Maju, Lestari & Berkarakter".

Tema ini dibuat sebagai refleksi perjalanan sekaligus komitmen untuk terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tetap menjaga kelestarian alam dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Momentum peringatan 15 tahun tersebut menjadi penegasan arah pembangunan Puncak Bila yang tidak hanya berfokus pada pengembangan fasilitas wisata, tetapi juga mengedepankan inovasi, pelestarian lingkungan, penguatan karakter destinasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar agar pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Baca: Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Holiventure Special July, Tiket Mulai Rp80 Ribu

Demikian dipaparkan Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, dalam rilisnya Selasa (14/7/2026).

Ahmad Shalihin mengatakan tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan hari jadi, melainkan menjadi filosofi sekaligus komitmen dalam mengembangkan destinasi wisata yang selama ini tumbuh bersama masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

"Tema ini menggambarkan perjalanan Puncak Bila selama 15 tahun dalam membangun destinasi wisata yang terus berkembang, namun tetap menjaga kelestarian alam dan memperkuat karakter sebagai destinasi yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan daerah," ujar Ahmad Shalihin Halim.

Taman Wisata Puncak Bila berlokasi di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sekitar 35 kilometer di sebelah timur Kota Pangkajene Sidrap atau ibu kota Kabupaten Sidrap.

Destinasi wisata alam ini dikenal dengan panorama danau buatan yang dikelilingi perbukitan hijau. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas rekreasi, seperti berperahu, memancing, mengendarai sepeda air, hingga mencoba beragam wahana permainan yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Dipaparkan Ahmad Shalihin, terdapat tiga nilai utama yang menjadi fondasi pengembangan Puncak Bila, yakni Maju, Lestari, dan Berkarakter.

Nilai Maju, kata dia, mencerminkan semangat untuk terus melakukan inovasi melalui peningkatan kualitas pelayanan, sarana, prasarana, serta tata kelola destinasi agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri pariwisata.

"Selain itu, Puncak Bila juga terus memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana promosi sekaligus memperkuat pengelolaan destinasi secara profesional," ujarnya.

Pengembangan destinasi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar sehingga sektor pariwisata mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Puncak Bila sebagai destinasi wisata yang semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Baca: Dorong Promosi Potensi Wisata Alam di Bungaya, Bupati Gowa Kunjungi Wisata Air Terjun Depa

"Kami ingin Puncak Bila terus melangkah maju melalui inovasi dan peningkatan kualitas, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang menjadi jati diri destinasi ini," katanya.

Sementara itu, nilai Lestari menjadi komitmen Puncak Bila dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor pariwisata dengan pelestarian lingkungan.

Menurut Ahmad, keindahan alam merupakan aset utama yang harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menumbuhkan budaya menjaga kebersihan, melestarikan ekosistem, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Ia menegaskan kemajuan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Kami percaya pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mampu tumbuh bersama alam, bukan justru mengurangi nilai dari alam itu sendiri," ujarnya.

Nilai ketiga, yakni Berkarakter, menjadi identitas yang membedakan Puncak Bila dengan destinasi wisata lainnya.

Ahmad menjelaskan penguatan karakter diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas, sekaligus menjunjung tinggi budaya lokal serta kearifan masyarakat Kabupaten Sidrap.

Selain meningkatkan kualitas layanan kepada pengunjung, pihaknya juga terus membangun semangat gotong royong, kolaborasi, dan rasa memiliki terhadap destinasi wisata tersebut.

Menurutnya, pengalaman wisata yang berkesan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas pelayanan dan nilai-nilai yang dirasakan pengunjung selama berada di Puncak Bila.

"Kami ingin Puncak Bila tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan fasilitas, tetapi juga tumbuh sebagai destinasi wisata yang memiliki identitas, nilai, dan karakter yang kuat," tuturnya.

Berlokasi di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sekitar 35 kilometer di sebelah timur Kota Sidrap, Taman Wisata Puncak Bila selama ini menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Sulawesi Selatan.

Di kawasan wisata ini, pengunjung dapat menikmati panorama danau buatan yang menjadi ikon Puncak Bila melalui berbagai aktivitas, seperti berperahu, memancing, mengendarai sepeda air, hingga mencoba beragam wahana rekreasi yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Keindahan alam yang berpadu dengan berbagai fasilitas rekreasi tersebut menjadi daya tarik utama yang terus dikembangkan dengan tetap mengedepankan konsep wisata berkelanjutan.

Memperingati usia ke-15 tahun, Puncak Bila juga memperkenalkan logo khusus yang sarat makna.

Angka 15 melambangkan perjalanan panjang yang diwarnai dedikasi, pengalaman, kerja keras, serta berbagai pencapaian dalam membangun destinasi wisata yang semakin berkembang dan dipercaya masyarakat.

Sementara itu, elemen daun pada logo melambangkan kehidupan, pertumbuhan, serta komitmen menjaga kelestarian alam.

Warna hijau merepresentasikan kesejukan, kesuburan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sedangkan warna biru melambangkan air, ketenangan, profesionalisme, kepercayaan, serta keberlanjutan.

Adapun simbol matahari mencerminkan semangat baru, optimisme, dan harapan menuju masa depan yang lebih cerah.

Sementara aliran air menggambarkan kehidupan yang terus mengalir, kemajuan yang berkesinambungan, serta harmoni antara manusia dan alam.

Ahmad berharap momentum ulang tahun ke-15 menjadi awal perjalanan baru bagi Puncak Bila untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan semakin dicintai masyarakat.

Menurutnya, tema 15 Tahun Taman Wisata Puncak Bila  Maju, Lestari & Berkarakter bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol tekad untuk terus menghadirkan inovasi, menjaga kelestarian alam, memperkuat karakter destinasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Sidenreng Rappang.

"Usia 15 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi pengingat bahwa kami harus terus berinovasi, menjaga alam, memperkuat karakter, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta kemajuan Kabupaten Sidenreng Rappang. Itulah komitmen yang akan terus kami pegang dalam setiap langkah pengembangan Puncak Bila ke depan," tutup Ahmad Shalihin Halim.

Tags: wisata Makassar wisata Sidrap Taman Wisata Puncak Bila Sidrap

Baca Juga

Taro Waterpark Resmi Dibuka di Tallasa CIty, Yuk Coba Keseruan Atlantis Treasure hingga Flying Fox untuk Liburan Keluarga
Taro Waterpark Resmi Dibuka di Tallasa CIty, Yuk Coba Keseruan Atlantis Treasure hingga Flying Fox untuk Liburan Keluarga
JMSI Sidrap Resmi Dilantik, Dihadiri Bupati
JMSI Sidrap Resmi Dilantik, Dihadiri Bupati
Kemana Liburan di Cuti dan Long Weekend 2026? Yuk ke Wisata Mangrove Lantebung!
Kemana Liburan di Cuti dan Long Weekend 2026? Yuk ke Wisata Mangrove Lantebung!
12 Penerbangan Baru Sukses Dorong 6,18 Juta Wisatawan ke Makassar pada 2025
12 Penerbangan Baru Sukses Dorong 6,18 Juta Wisatawan ke Makassar pada 2025
VIRAL Satu Keluarga di Sidrap Tinggal Memprihatinkan di Gubuk Kumuh Tanpa Listrik, Rusdi Masse Langsung Bikin Ini
VIRAL Satu Keluarga di Sidrap Tinggal Memprihatinkan di Gubuk Kumuh Tanpa Listrik, Rusdi Masse Langsung Bikin Ini
Warga Uluale Sidrap Keluhkan Banjir dan Harap Dukungan Ekonomi Produktif Saat Reses Andi Insan di Sidrap
Warga Uluale Sidrap Keluhkan Banjir dan Harap Dukungan Ekonomi Produktif Saat Reses Andi Insan di Sidrap

Populer

  • 1
    Legenda Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia, Albiceleste Berduka Jelang Lawan Swiss
  • 2
    SMPN 3 Bajeng Sambut 136 Siswa Baru, MPLS 2026 Usung Sekolah Ramah Anak
  • 3
    TP PKK Gowa Raih Penghargaan dari Menkes RI dan Ketum TP PKK Pusat
  • 4
    Sekolah Islam Athirah Sambut 1.186 Siswa Baru, MPLS Tanamkan Nilai SAKTI Sejak Hari Pertama
  • 5
    Abdel Achrian Tak Bisa Melayat Temon karena Sedang Berada di Amerika Serikat

Ekonomi

  • Telkomsel Gandeng SMAN 8 Makassar, Dukung Lahirnya Talenta Futsal Berprestasi Lewat by.U
    Telkomsel Gandeng SMAN 8 Makassar, Dukung Lahirnya Talenta Futsal Berprestasi Lewat by.U
  • Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Holiventure Special July, Tiket Mulai Rp80 Ribu
    Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Holiventure Special July, Tiket Mulai Rp80 Ribu
  • JMSI Wajo Desak Porsi Bagi Hasil Migas 2,5 Persen Dievaluasi
    JMSI Wajo Desak Porsi Bagi Hasil Migas 2,5 Persen Dievaluasi

Peristiwa

  • Kejagung Minta Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
    Kejagung Minta Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
  • MBG Kembali Berjalan Usai Libur Sekolah, BGN Sidak Distribusi di Sekolah dan SPPG
    MBG Kembali Berjalan Usai Libur Sekolah, BGN Sidak Distribusi di Sekolah dan SPPG
  • JPO Tendean Dibongkar Usai Ditabrak Truk, Arus Lalu Lintas ke Arah Blok M Dialihkan
    JPO Tendean Dibongkar Usai Ditabrak Truk, Arus Lalu Lintas ke Arah Blok M Dialihkan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID