LUMINASIA.ID, JAKARTA – Timnas Argentina berduka menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss, Minggu (12/7/2026). Legenda Albiceleste sekaligus ikon Boca Juniors, Antonio Ubaldo Rattin, meninggal dunia pada usia 89 tahun akibat stroke.
Kabar wafatnya Rattin diumumkan oleh Boca Juniors melalui pernyataan resmi. Klub raksasa Argentina itu menyampaikan belasungkawa atas kepergian salah satu pemain terbaik dalam sejarah mereka.
"Dengan duka yang mendalam, kami berduka atas meninggalnya Antonio Ubaldo Rattin, seorang idola dan simbol klub kami. Kami turut berduka bersama keluarga dan orang-orang tercintanya di masa sulit ini. Selamat jalan, Rata," tulis Boca Juniors.
Rattin memperkuat Timnas Argentina sepanjang 1959 hingga 1969 dengan mencatatkan 34 penampilan internasional. Namanya dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik Argentina, terutama karena insiden kontroversial pada Piala Dunia 1966 di Inggris.
Dalam laga perempat final melawan tuan rumah Inggris di Stadion Wembley, Rattin menerima kartu merah dari wasit Rudolf Kreitlein asal Jerman. Ia menolak meninggalkan lapangan karena merasa keputusan wasit berpihak kepada Inggris.
Setelah akhirnya keluar dari lapangan, Rattin kembali melakukan aksi protes dengan duduk di karpet merah yang disiapkan untuk Ratu Elizabeth II saat memasuki stadion. Ia juga meremas bendera Inggris sebagai bentuk kekecewaannya terhadap keputusan wasit.
Bertahun-tahun kemudian, Rattin mengenang momen tersebut.
"Ketika saya sampai di sudut lapangan, saya meremas bendera Inggris dan menghina mereka. Kemudian saya berjalan ke karpet yang digunakan Ratu untuk masuk ke stadion dan duduk di sana selama sekitar lima menit. Itu adalah karpet merah yang sangat bagus," kenangnya.
Insiden itu menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah sepak bola. Kontroversi yang terjadi pada laga tersebut turut mendorong diterapkannya sistem kartu kuning dan kartu merah yang mulai digunakan secara resmi pada Piala Dunia 1970.
Selain sukses bersama tim nasional, Rattin juga menjadi legenda Boca Juniors dengan mempersembahkan lima gelar sepanjang kariernya sebelum pensiun sebagai pemain pada 1970.
Kabar duka ini datang hanya beberapa jam sebelum Argentina menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City.

