LUMINASIA.ID, MAKASSAR — PT Semen Tonasa memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan menggelar Workshop Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) bertajuk Strengthening Climate Responsibility: Driving Corporate Performance through Environmental Innovation and Community Empowerment.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Juli 2026 di Swis-Belhotel Makassar itu menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Workshop diikuti jajaran direksi, manajemen, tim konsultan PROPER, serta Tim PROPER PT Semen Tonasa.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus memperkuat daya saing melalui penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh proses bisnis.
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, mengatakan PROPER kini bukan lagi sekadar instrumen penilaian kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi bisnis, masyarakat, dan lingkungan.
"Melalui workshop ini, saya berharap seluruh insan PT Semen Tonasa memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya penguatan implementasi PROPER. Kita harus mampu menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan, lingkungan, dan masyarakat. Komitmen terhadap keberlanjutan harus menjadi bagian dari budaya kerja kita dalam mendukung daya saing perusahaan di masa depan," ujar Anis.
Workshop tersebut turut dihadiri Direktur Operasi PT Semen Tonasa Mochamad Alfin Zaini, Direktur Keuangan dan SDM Sulaiha Muhyiddin, jajaran manajemen, serta tim konsultan PROPER. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembaruan mengenai kebijakan PROPER, strategi peningkatan kinerja lingkungan, penguatan inovasi sosial, hingga penyusunan langkah strategis untuk mendukung target keberlanjutan perusahaan.
Selain menjadi forum peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas fungsi agar implementasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dapat berjalan lebih terintegrasi dalam setiap aktivitas operasional.
Di tengah pelaksanaan workshop, Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, menegaskan bahwa konsistensi seluruh unit kerja menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian target PROPER sekaligus agenda dekarbonisasi perusahaan.
"Workshop ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh fungsi dalam mengimplementasikan aspek-aspek PROPER secara konsisten. Ke depan, kami ingin memastikan setiap inovasi yang lahir tidak hanya mampu meningkatkan kinerja lingkungan dan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung target dekarbonisasi perusahaan," kata Alfin.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, menilai keberhasilan perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan harus dimulai dari kepatuhan terhadap regulasi lingkungan serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Menurutnya, kepatuhan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perusahaan.
"Perusahaan hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila mampu memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi lingkungan," tegas Sulaiha.
Melalui workshop ini, PT Semen Tonasa berharap lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kinerja lingkungan, efisiensi operasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penguatan implementasi PROPER juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan target dekarbonisasi nasional.
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, PT Semen Tonasa menegaskan akan terus mengintegrasikan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas bisnis agar mampu menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.



