LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Investasi kini semakin mudah diakses oleh masyarakat seiring berkembangnya teknologi digital dan beragamnya pilihan instrumen keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membuat banyak orang tergoda untuk langsung berinvestasi tanpa memahami cara kerja maupun risiko yang menyertainya.
Pengalaman berbeda dibagikan Rizal, nasabah BNI Sekuritas asal Medan. Meski telah pensiun sejak 2020, ia justru semakin aktif mempelajari dunia investasi dan pasar modal.
Baginya, keberhasilan berinvestasi tidak ditentukan oleh besarnya modal, melainkan kemauan untuk terus belajar dan disiplin dalam mengambil keputusan.
Berikut lima tips investasi ala Rizal yang bisa menjadi bekal bagi investor pemula.
1. Pelajari Ilmunya Sebelum Mulai Trading
Rizal mengaku telah mencoba berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto, sebelum akhirnya memilih berinvestasi di pasar modal melalui BNI Sekuritas.
Menurutnya, calon investor sebaiknya memahami terlebih dahulu cara kerja pasar modal, produk investasi yang dipilih, serta risiko yang mungkin dihadapi sebelum melakukan transaksi.
"Kalau investasi sebenarnya sudah lama, tapi waktu mencari sekuritas, saya merasa yang aktif justru BNI Sekuritas dari sisi edukasinya," katanya saat kegiatan Live Trading BNI Sekuritas di Medan, 5 Juli 2026.
Ia mengingatkan agar investor tidak hanya mengikuti tren atau rekomendasi tanpa memiliki dasar analisis yang memadai.
2. Manfaatkan Program Edukasi dan Pendampingan
Belajar investasi tidak harus dilakukan sendiri. Rizal menilai pendampingan dari perusahaan sekuritas menjadi salah satu faktor yang membantunya memahami dinamika pasar.
Ia bahkan rutin datang ke kantor cabang BNI Sekuritas di Medan hingga tiga kali dalam sepekan untuk mengikuti diskusi dan memperdalam pengetahuan.
"Sekarang saya seminggu tiga kali datang ke cabang BNI Sekuritas Medan. Sekalian trading, sekalian belajar," ujarnya.
Menurut Rizal, investor sebaiknya memanfaatkan layanan edukasi, hasil riset, maupun pendampingan yang disediakan perusahaan sekuritas agar proses belajar lebih terarah.
3. Rutin Mengikuti Live Trading dan Market Update
Mengikuti perkembangan pasar secara berkala juga menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan Rizal.
Ia mengaku rutin mengikuti program Live Trading dan Market Update karena membantu memahami kondisi pasar secara langsung serta melihat peluang investasi berdasarkan data terkini.
Semakin sering mengikuti perkembangan pasar, menurutnya, kemampuan membaca pergerakan saham juga akan semakin terasah.
4. Gunakan Sumber Informasi yang Kredibel
Di tengah maraknya informasi investasi di media sosial, Rizal mengingatkan pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum mengambil keputusan investasi.
Ia menyarankan investor mengutamakan referensi dari sumber yang terpercaya, seperti hasil riset perusahaan sekuritas maupun data resmi dari Bursa Efek Indonesia, sehingga keputusan investasi didasarkan pada informasi yang valid.
5. Teliti Sebelum Menekan Tombol Submit
Ketelitian menjadi pelajaran penting yang diperoleh Rizal selama berinvestasi.
Ia pernah mengalami kesalahan saat memasukkan nominal transaksi sehingga nilainya jauh lebih besar dari yang direncanakan. Dalam kesempatan lain, ia juga pernah bermaksud menjual seluruh saham, tetapi yang terjual hanya satu lot.
Pengalaman tersebut membuatnya selalu memeriksa kembali jumlah lot, harga, nominal transaksi, serta seluruh detail pesanan sebelum menekan tombol submit.
Di akhir ceritanya, Rizal menegaskan bahwa edukasi merupakan bekal utama sebelum memulai investasi.
"Tipsnya edukasi terkait investasi pasar modal sangatlah penting," katanya.
Menurutnya, siapa pun dapat mempelajari dunia investasi melalui berbagai program edukasi yang tersedia. Namun, setiap keputusan investasi beserta risikonya tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
BNI Sekuritas sendiri menyediakan berbagai program edukasi, riset pasar, serta informasi pasar secara real-time yang dapat diakses melalui aplikasi BIONS untuk membantu investor memahami pasar modal sebelum mulai bertransaksi.
Perlu diingat, setiap investasi mengandung risiko. Karena itu, pastikan memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.


