LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Filter udara menjadi salah satu komponen yang sering luput dari perhatian pemilik sepeda motor Honda. Padahal, komponen ini bertugas menyaring udara yang masuk menuju ruang pembakaran.
Wahana Honda menyebut sepeda motor Honda menggunakan jenis viscous paper element, yakni elemen kertas yang dilapisi oli untuk membantu menangkap debu dari udara yang masuk.
Ketika filter terlalu kotor, aliran udara menuju ruang pembakaran dapat terhambat. Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak optimal dan performa motor dapat terasa menurun.
Pengendara bisa merasakan gejala seperti motor terasa berat atau respons mesin tidak sebaik biasanya.
Tidak semua filter boleh dicuci
Salah satu kesalahan yang masih dilakukan pemilik motor adalah mencuci filter udara jenis kering menggunakan air dan sabun.
Wahana Honda menjelaskan bahwa pada filter udara tertentu, air dan penggunaan udara bertekanan dapat merusak lapisan viscous. Akibatnya kemampuan filter menangkap kotoran dapat berkurang.
Karena itu, ketika filter sudah terlalu kotor atau telah mencapai batas pemakaian sesuai jadwal servis, menggantinya dengan komponen baru menjadi pilihan yang lebih tepat daripada mencucinya secara sembarangan.
Interval tidak selalu sama
Salah satu artikel Wahana Honda menyebut rentang penggantian filter udara sekitar 10.000–16.000 kilometer, tetapi angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai patokan universal untuk seluruh model Honda. Jadwal servis tiap model dapat berbeda.
Pemilik sebaiknya mengikuti buku pedoman masing-masing sepeda motor.



