LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pengguna sepeda motor Honda matic perlu memberikan perhatian khusus pada komponen yang tersembunyi di balik rumah CVT, yaitu V-Belt.
Berbeda dengan motor manual yang menggunakan rantai sebagai salah satu penerus tenaga menuju roda belakang, motor matic menggunakan sistem CVT. V-Belt menjadi salah satu komponen penting yang meneruskan tenaga melalui sistem pulley CVT.
Masalahnya, posisi V-Belt yang tertutup membuat komponen tersebut sering luput dari pemeriksaan pengendara.
Wahana Honda menjelaskan bahwa V-Belt yang mengalami keausan dapat menunjukkan sejumlah gejala, seperti munculnya suara dari area CVT, perubahan performa, hingga munculnya retakan pada bagian belt.
Jangan menunggu sampai putus
Jika V-Belt sampai putus ketika motor sedang digunakan, tenaga tidak dapat diteruskan dari mesin menuju roda belakang. Akibatnya, motor dapat kehilangan kemampuan untuk bergerak.
Kerusakan juga berpotensi merembet ke komponen lain dalam sistem CVT.
Pada Honda Scoopy, misalnya, Wahana Honda menyebut tanda V-Belt yang mulai getas dapat terlihat dari permukaan yang retak-retak atau kondisi belt yang menjadi kaku dan lebarnya menyusut.
Berapa kilometer?
Secara umum, Wahana Honda menyebut angka sekitar 25.000–30.000 kilometer atau sekitar dua tahun sebagai rata-rata penggantian V-Belt. Namun interval tersebut bukan angka mutlak untuk seluruh motor Honda karena spesifikasi setiap model berbeda.
Pemeriksaan berkala pada sistem CVT tetap menjadi cara terbaik untuk menentukan kondisi aktual komponen.



