LUMINASIA.ID - LOSC Lille harus mewaspadai gelandang Angers SCO, Branco van den Boomen, saat menghadapi tuan rumah pada laga Ligue 1.
Dilansir Le Petit Lillois, Pertandingan Angers vs LOSC menjadi ujian bagi Lille yang berstatus sebagai tim peringkat ketiga Ligue 1 musim lalu, sementara Angers mengakhiri musim sebelumnya di posisi ke-13.
Van den Boomen menjadi salah satu pemain yang dinilai dapat mengganggu strategi Lille yang disiapkan pelatih Davide Ancelotti.
Gelandang asal Belanda berusia 31 tahun itu baru bergabung secara permanen dengan Angers setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman dari Ajax Amsterdam.
Kehadirannya memberikan pengalaman bagi lini tengah Angers yang memiliki rata-rata usia pemain sekitar 24 tahun.
Van den Boomen memiliki peran penting sebagai pengatur permainan Angers.
Kemampuan mengirim umpan panjang dengan akurasi tinggi menjadi salah satu senjata yang dapat dimanfaatkan ketika Angers bermain dengan blok pertahanan rendah.
Dari posisi lini tengah, ia dapat memberikan umpan kepada pemain-pemain depan dan mengubah arah serangan dengan cepat.
Punya kualitas umpan dan bola mati
Van den Boomen dikenal memiliki kualitas umpan di atas rata-rata serta visi permainan yang baik.
Saat memperkuat Toulouse FC, ia mencatatkan 20 assist dan 12 gol dalam 37 pertandingan ketika Toulouse meraih promosi ke Ligue 1 pada musim 2021-2022.
Kemampuan bola matinya juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Lille.
Ia memiliki kemampuan mengirim umpan panjang, pendek, maupun umpan silang dengan tingkat akurasi yang baik.
Van den Boomen juga menyukai tembakan dari jarak jauh yang dapat dilakukan dengan kuat dan akurat.
Kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas menjadi salah satu senjata yang bisa memberikan ancaman bagi pertahanan LOSC.
Kelemahan Van den Boomen
Meski memiliki kualitas dalam mengatur permainan, Van den Boomen juga mempunyai kelemahan dalam aspek pertahanan.
Dengan tinggi badan 1,88 meter, ia bukan tipe gelandang yang secara khusus mengandalkan kemampuan merebut bola.
Angers membutuhkan pemain lain yang dapat memberikan perlindungan sehingga Van den Boomen bisa lebih leluasa menjalankan perannya sebagai pengatur permainan.
Kondisi tersebut dapat menjadi celah yang dimanfaatkan LOSC.
Lille bisa mencoba bermain lebih ofensif dengan mempertahankan penguasaan bola dan menyerang ruang di belakang pertahanan Angers.
Strategi tersebut akan membuat Van den Boomen lebih banyak terlibat dalam pekerjaan bertahan, sesuatu yang bukan menjadi kekuatan utamanya.
Jika kehilangan bola, Lille juga dapat memberikan tekanan ketat untuk membatasi ruang gerak gelandang Belanda tersebut.
Mukau Berpeluang Hadapi Van den Boomen
Absennya Benjamin André karena skorsing membuat Ngal’ayel Mukau berpeluang mendapatkan tugas penting di lini tengah LOSC.
Mukau dinilai memiliki profil yang cocok untuk menghadapi Van den Boomen.
Selain mempunyai kemampuan menyerang, gelandang asal Kongo itu memiliki kemampuan bertahan yang lebih lengkap.
Ia juga dikenal aktif melakukan pressing dan mampu langsung bergerak ke depan setelah memenangkan penguasaan bola.
Duel Mukau dengan Van den Boomen pun berpotensi menjadi salah satu pertarungan menarik dalam laga Angers vs LOSC.
Jika Mukau mampu membatasi ruang gerak Van den Boomen, LOSC dapat mengurangi salah satu sumber kreativitas utama Angers.
Sebaliknya, apabila Van den Boomen mendapatkan ruang untuk mengatur permainan, Angers berpeluang memanfaatkan umpan-umpan panjang, bola mati dan tembakan jarak jauh untuk memberikan ancaman.
Pertarungan di lini tengah pun diperkirakan menjadi salah satu kunci dalam pertandingan ini.
Bagi LOSC, membatasi pengaruh Van den Boomen menjadi pekerjaan penting agar strategi Angers tidak berkembang sesuai rencana.
Sumber: Le Petit Lillois.



