Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Desa Adat Sade Lombok Terbakar, Polisi Turunkan Tim Inafis untuk Ungkap Penyebab

Minggu, 23 Agustus 2026 15:35
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kebakaran melanda kawasan desa adat Sade Lombok di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam.

 


LUMINASIA.ID, LOMBOK TENGAH — Kebakaran melanda kawasan desa adat Sade Lombok di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita tersebut menghanguskan sejumlah rumah adat yang menjadi bagian dari kawasan wisata budaya Suku Sasak.

Dilansir detikBali dan ANTARA, warga bersama petugas pemadam kebakaran langsung berupaya melakukan pemadaman serta mengevakuasi warga yang tinggal di kawasan rumah adat Sade.

Kepala Desa Rembitan Lalu Winakse mengatakan dirinya bersama warga langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran.

"Saat ini petugas sedang melakukan pemadaman," kata Lalu Winakse.

Ia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita dan hingga saat itu penyebabnya belum diketahui.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah juga telah mengerahkan personel dan kendaraan pemadam untuk menangani kobaran api.

Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, arus lalu lintas di jalur Sengkol-Mandalika sempat terganggu akibat proses pemadaman kebakaran.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga melaporkan bahwa api melanda rumah-rumah adat di kawasan tersebut.

Namun, informasi awal mengenai dugaan korsleting listrik belum dapat dipastikan karena polisi masih melakukan penyelidikan.

Pada Minggu (23/8/2026), tim gabungan dari Polda NTB dan Polres Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Puluhan personel Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) diterjunkan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari warga maupun korban terdampak.

Garis polisi juga telah dipasang di sejumlah bagian lokasi kebakaran untuk mendukung proses penyelidikan.

Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis sebelum menyimpulkan penyebab kebakaran.

"Sampai sekarang belum. Nanti nunggu dari hasil ini ya," ujar Hariyanto, dikutip dari detikBali.

Selain melakukan penyelidikan, aparat gabungan juga mengerahkan sekitar 100 personel yang terdiri atas unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah untuk membantu proses evakuasi serta pengamanan kawasan.

Penanganan warga terdampak juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga yang terdampak, termasuk kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah daerah menyiapkan tenda darurat dan logistik di depan Kantor Desa Rembitan, sementara Dinas Kesehatan memberikan pendampingan trauma healing bagi warga yang terdampak.

Dinas Pendidikan juga melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak kebakaran untuk memastikan kebutuhan pendidikan mereka tetap terpenuhi.

"Karena masyarakat sudah bergeser ke rumah-rumah penduduk maka ini menjadi perhatian juga. Karena ini terkait dengan kesehatan, pelajaran dari tahun yang lalu itu, kesehatan yang paling utama karena sering terjadi muntaber dan lain sebagainya," kata Pathul.

Pemerintah daerah juga mulai melakukan identifikasi warga terdampak yang mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan bantuan dapat diberikan secara tepat, sekaligus mengantisipasi potensi penyakit yang dapat muncul selama masa pengungsian.

Sementara itu, kawasan desa adat Sade Lombok selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang mempertahankan rumah tradisional Suku Sasak.

Rumah adat di kawasan tersebut dibangun dengan material yang mencerminkan kearifan lokal, antara lain kayu, bambu, jerami dan anyaman bambu atau bedek.

Lantai rumah tradisional Suku Sasak juga menggunakan campuran tanah liat, kotoran kerbau dan abu jerami yang kemudian mengeras setelah melalui proses tertentu.

Kebakaran menjadi perhatian karena rumah-rumah tradisional tersebut menggunakan sejumlah material yang mudah terbakar, seperti jerami dan bambu.

Hingga Minggu (23/8/2026), petugas masih melakukan penanganan di lokasi dan penyebab pasti kebakaran desa adat Sade Lombok masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis.

Tags: Desa Adat Sade Lombok Kebakaran

Baca Juga

VIDEO: Kebakaran Landa Hutan Pinus Malino Gowa
VIDEO: Kebakaran Landa Hutan Pinus Malino Gowa
Pasar Pabaeng-baeng Terbakar, Appi Targetkan Los Pedagang Kembali Dipakai Dua Minggu
Pasar Pabaeng-baeng Terbakar, Appi Targetkan Los Pedagang Kembali Dipakai Dua Minggu
Ini Penyebab Kebakaran Mall Nipah Makassar, Keterangan Manajemen dan Kepala Damkarmat
Ini Penyebab Kebakaran Mall Nipah Makassar, Keterangan Manajemen dan Kepala Damkarmat
Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
Melinda Aksa Kunjungi Korban Kebakaran Sultan Abdullah, Salurkan Bantuan dan Kuatkan Penyintas
Melinda Aksa Kunjungi Korban Kebakaran Sultan Abdullah, Salurkan Bantuan dan Kuatkan Penyintas
Ratusan Warga Terjangkit ISPA akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Ratusan Warga Terjangkit ISPA akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Populer

  • 1
    OJK Edukasi Warga Bone soal Investasi Ilegal, Ingatkan Bahaya Janji Untung Tinggi
  • 2
    Viral Balita Menangis Sendirian Ditinggal Orangtua ke Puncak Gunung Prau, Ini Kronologi Lengkap dan Pengakuan Ayah
  • 3
    Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Bakal Terjadi di 12 Wilayah Ini, Prediksi BMKG
  • 4
    Telkomsel Tawarkan Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max, Ada Potongan hingga Rp1 Juta
  • 5
    Munafri Pantau Kabut Asap di BMKG, Siapkan Langkah Lindungi Warga Makassar

Ekonomi

  • Serunya Berbagai Kegiatan di Honda Bikers Day Makassar,  Hadirkan Konvoi 1.000 Vario dan Libatkan 11 UMKM Lokal
    Serunya Berbagai Kegiatan di Honda Bikers Day Makassar, Hadirkan Konvoi 1.000 Vario dan Libatkan 11 UMKM Lokal
  • Puluhan Ribu Warga Meriahkan Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa, Ratusan UMKM Ikut Berjualan
    Puluhan Ribu Warga Meriahkan Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa, Ratusan UMKM Ikut Berjualan
  • Total 8.000 Orang Hadiri Honda Bikers Day 2026  Regional Sulawesi
    Total 8.000 Orang Hadiri Honda Bikers Day 2026 Regional Sulawesi
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID