LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan bersama Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulsel menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp30.350.000.
Bantuan tersebut dihimpun dari partisipasi karyawan dan sejumlah pihak di industri perhotelan serta restoran di Sulsel.
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, dalam konfrensi pers Senin (24/8/2026) mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap sesama, meskipun nilai bantuan yang terkumpul tidak besar.
“Walaupun nominalnya tidak spektakuler, tetapi paling tidak ini mempunyai spirit, semangat, dan rasa cinta kasih yang tinggi,” kata Anggiat.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut terutama berasal dari spontanitas dan partisipasi karyawan yang bekerja di industri hotel dan restoran. Keterlibatan hotel secara langsung disebut masih terbatas.
“Jadi mohon rekan-rekan media jangan melihat dari jumlah yang terkumpul. Ini murni bukan dana dari hotel, tetapi dana spontanitas daripada partisipasi karyawan-karyawan yang bekerja di industri hotel dan restoran,” ujarnya.
Anggiat menegaskan, bantuan tersebut telah disalurkan dalam bentuk uang tunai yang nantinya akan dibelanjakan oleh PHRI NTT sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, kepedulian tersebut juga melibatkan komunitas dan asosiasi lain. Sejumlah anggota komunitas, termasuk komunitas warga Sinaga, turut berpartisipasi memberikan bantuan.
“Ini adalah bentuk kepedulian dari semua stakeholder, perusahaan-perusahaan perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan. NTT sakit, Sulawesi Selatan juga merasa sakit,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IHGMA Sulsel, Zulkifli Nur, mengatakan IHGMA akan terus mendukung aksi kemanusiaan ketika terjadi bencana yang menimpa masyarakat.
“IHGMA selalu akan mendukung jika ada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah bentuk kepedulian kami di IHGMA,” kata Zulkifli.
Ia menyebut sejumlah general manager hotel turut mendukung aksi penggalangan bantuan tersebut. Dukungan juga dilakukan melalui koordinasi IHGMA di tingkat nasional.
“Kemarin kami ditelepon oleh Sekjen IHGMA bahwa IHGMA Indonesia juga mengirim donasi ke NTT,” ujarnya.
Zulkifli menegaskan, IHGMA akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan PHRI dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Anggiat menambahkan, aksi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi asosiasi maupun komunitas lain untuk ikut bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Intinya, tidak ada kata terlambat. Hari ini, besok, lusa, dan kapan pun kalau panggilan untuk membantu itu muncul, tidak ada kata terlambat,” katanya.
Ia berharap semangat solidaritas tersebut terus tumbuh dan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.



