LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Selatan mengapresiasi pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) yang dinilai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, restoran, hingga perputaran ekonomi masyarakat di Kota Makassar.
Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga mengatakan event sport tourism tersebut kini menjadi agenda tahunan yang sangat dinantikan pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kehadiran event berskala nasional maupun internasional menjadi salah satu faktor utama yang mampu mendorong tingkat hunian hotel, kunjungan restoran, hingga aktivitas UMKM di suatu daerah.
“Makassar Half Marathon yang kini menjadi agenda sport tourism tahunan merupakan event yang sangat ditunggu oleh industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar. Event ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi kuliner,” ujar Anggiat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauan PHRI Sulsel, hampir seluruh hotel di kawasan pantai dan pusat Kota Makassar mengalami tingkat hunian yang tinggi bahkan penuh selama periode pelaksanaan MHM.
Tingginya okupansi tersebut dipicu oleh banyaknya peserta yang datang dari luar Kota Makassar, luar daerah, hingga mancanegara untuk mengikuti ajang lari tersebut.
“Tidak hanya hotel berbintang yang merasakan manfaatnya, hotel nonbintang juga ikut mendapatkan dampak positif. Artinya, efek ekonomi dari event ini benar-benar dirasakan secara luas oleh pelaku industri pariwisata dan masyarakat,” lanjutnya.
Selain peserta dari luar daerah, tingginya antusiasme masyarakat lokal juga ikut memengaruhi peningkatan kebutuhan akomodasi selama event berlangsung.
Menurut Anggiat, sejumlah peserta asal Makassar memilih menginap di hotel yang berada di sekitar area start dan finish demi memudahkan akses saat pelaksanaan lomba yang dimulai sejak subuh.
“Dengan antusiasme yang tinggi dan race dimulai sejak pagi hari, banyak peserta lokal juga memilih menginap di hotel sekitar area kegiatan untuk kenyamanan,” jelasnya.
PHRI Sulsel memperkirakan pelaksanaan Makassar Half Marathon mampu meningkatkan okupansi hotel di Makassar hingga 10 sampai 15 persen selama event berlangsung.
“Kami optimistis Makassar Half Marathon mampu memberikan peningkatan occupancy hotel sebesar 10 hingga 15 persen. Ini tentu sangat positif bagi industri perhotelan di Makassar,” tegas Anggiat.
Selain dampak ekonomi langsung, MHM juga dinilai menjadi sarana promosi efektif bagi Kota Makassar sebagai destinasi sport tourism dan gaya hidup sehat.
Dengan sekitar 12 ribu peserta yang hadir, Anggiat menilai eksposur melalui media sosial akan membantu memperkuat citra positif Makassar di tingkat nasional maupun internasional.
“Hampir 12 ribu peserta akan membagikan pengalaman mereka tentang Makassar melalui media sosial. Promosi seperti ini memiliki nilai besar dalam membangun citra positif kota,” katanya.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Selatan berharap event seperti Makassar Half Marathon dapat terus digelar secara konsisten dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan.

