LUMINASIA.ID, MEDAN — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB.
Erupsi Gunung Sinabung tersebut memunculkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra, membenarkan terjadinya erupsi tersebut.
"Benar, Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.500 meter," kata Armen.
Kolom abu yang teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur serta tenggara.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 120 milimeter.
Durasi erupsi sementara tercatat sekitar 1 jam 1 menit 48 detik.
Meski terjadi erupsi dengan kolom abu cukup tinggi, status Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
Armen mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti arahan terkait aktivitas Gunung Sinabung.
"Masyarakat jangan terlalu panik," ujarnya.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.
Aktivitas juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Selain ancaman erupsi, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar.
Pemerintah Kabupaten Karo juga diminta berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik.
Erupsi Gunung Sinabung ini menjadi perhatian karena kolom abu mencapai ribuan meter dan teramati bergerak ke arah timur hingga tenggara.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap tenang, tidak mendekati kawasan rawan, serta mengikuti informasi resmi dari petugas terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.



