LUMINASIA.ID, JAKARTA — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perhatian pasar setelah Morgan Stanley and Co International Plc menambah kepemilikannya hingga menembus ambang 5% hak suara di perusahaan teknologi tersebut.
Penambahan saham GOTO oleh Morgan Stanley dilakukan melalui dua transaksi pada 21 Agustus 2026 dengan total sebanyak 3.795.863.900 saham pada harga Rp23 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pertama mencakup pembelian 3.138.522.500 saham GOTO dengan nilai sekitar Rp72,19 miliar.
Morgan Stanley kemudian melakukan transaksi tambahan sebanyak 657.341.400 saham GOTO pada harga yang sama, Rp23 per saham, dengan nilai sekitar Rp15,12 miliar.
Dengan demikian, total nilai dua transaksi tersebut mencapai sekitar Rp87,3 miliar.
Keterbukaan informasi menyebut transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.
Setelah transaksi, kepemilikan Morgan Stanley di GOTO meningkat menjadi 59.368.333.838 saham atau setara 5,1563% dari total hak suara perseroan.
Sebelum transaksi, Morgan Stanley tercatat menguasai 55.572.469.938 saham GOTO atau sekitar 4,8267% hak suara.
Artinya, aksi pembelian tersebut membuat Morgan Stanley resmi melewati ambang kepemilikan 5% di saham GOTO.
Pergerakan kepemilikan Morgan Stanley ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah dinamika pasar saham Indonesia dan proses rebalancing indeks MSCI pada Agustus 2026.
Berdasarkan pemberitaan pasar, GOTO termasuk emiten yang dikeluarkan dari kategori MSCI Global Standard Index dalam rebalancing Agustus 2026 yang akan efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat perubahan kepemilikan investor besar di saham GOTO menjadi salah satu perkembangan yang dicermati pelaku pasar.
Meski Morgan Stanley melakukan transaksi saham GOTO pada harga Rp23 per saham, harga saham GOTO di pasar reguler tetap berada di level Rp50 per saham berdasarkan perdagangan yang diberitakan pada periode tersebut.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar GOTO tercatat sekitar Rp57,03 triliun.
Di sisi lain, pergerakan saham GOTO berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
IHSG ditutup naik 116,06 poin atau 1,81% ke level 6.521,75, kembali menembus level 6.500.
Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi demonstrasi besar di Gedung DPR RI. Meski mayoritas indeks acuan berakhir di zona hijau, nilai transaksi harian pasar saham masih berada di bawah Rp15 triliun yang menunjukkan sebagian investor masih bersikap wait and see.
Dalam konteks GOTO, aksi Morgan Stanley menjadi perkembangan tersendiri karena menunjukkan adanya perubahan posisi investor institusi di salah satu emiten teknologi terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Namun, peningkatan kepemilikan tersebut tidak serta-merta menjadi indikasi bahwa harga saham GOTO akan bergerak naik.
Investor tetap perlu memperhatikan kondisi fundamental perusahaan, aksi korporasi, arus dana institusi, kondisi pasar, serta perubahan komposisi indeks yang dapat memengaruhi permintaan dan penawaran saham.
Pergerakan saham GOTO juga dapat berubah mengikuti dinamika pasar sehingga keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis dan riset masing-masing investor.



