LUMINASIA.ID— Hujan abu vulkanik dapat membuat aktivitas berkendara menjadi lebih berisiko.
Partikel abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas berkendara, sehingga pengendara perlu menggunakan perlengkapan tambahan, meningkatkan kewaspadaan dan tetap fokus selama perjalanan.
Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.
Namun, bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
1. Persiapkan Diri dan Kendaraan
Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap.
Gunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi bagian wajah dan mata.
Pengendara juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk memberikan perlindungan terhadap iritasi mata akibat paparan abu.
Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan.
Partikel abu yang menempel pada visor dapat mengganggu pandangan.
Hindari membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu dapat menggores permukaannya dan semakin mengganggu pandangan.
Selain perlengkapan berkendara, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa sebelum perjalanan.
Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion serta kondisi mesin berfungsi dengan baik.
Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu diperhatikan karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.
Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas serta kemungkinan adanya penutupan jalan.
Baca: 10 Tips Merawat Baterai Swap Motor Listrik Honda agar Awet dan Tetap Optimal
2. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Saat berkendara di tengah hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan.
Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.
Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba.
Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan.
Jaga jarak aman yang lebih jauh dengan kendaraan lain untuk memberikan waktu yang cukup dalam mengantisipasi kondisi di jalan.
3. Jangan Memaksakan Diri Saat Kondisi Memburuk
Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara.
Kurangi kecepatan secara bertahap dan nyalakan lampu utama.
Tetap jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.
Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih dalam kondisi pekat.
4. Perhatikan Kendaraan Setelah Terpapar Abu
Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah sampai di tujuan.
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan setelah kendaraan terpapar abu antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
Apabila terdapat penurunan performa, kendaraan dapat diperiksa lebih lanjut di AHASS terdekat.
Pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan kendaraan ketika masih kering.
Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati untuk mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.
Tetap Cari Aman Saat Berkendara
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya, mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik.
Menurutnya, pengendara perlu memprediksikan bahaya sedini mungkin sehingga dapat melakukan antisipasi sebelum bahaya muncul.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.



